RADARTUBAN – Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 18 Kabupaten Tuban segera memiliki gedung baru. Itu setelah lembaga pendidikan gagasan Presiden Prabowo Subianto itu menempati sementara kompleks Balai Latihan Kerja (BLK) Tuban sejak Agustus atau lima bulan lalu.
Pembangunan gedung SR menempati lahan seluas 7 hektare di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, Selasa (21/1) terlihat alat berat dan pekerja mulai melakukan pengurukan di lokasi yang sebelumnya merupakan lahan pertanian produktif.
Pengerjaan proyek ini mundur dari jadwal awal. Semula, pembangunan dijadwalkan dimulai pada Desember 2025, namun baru dikerjakan pada Januari 2026.
Kepala Dinas Sosial Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tuban Sugeng Purnomo membenarkan perubahan jadwal tersebut.
Menurut dia, proyek yang rencananya dimulai Desember 2025 itu ditargetkan selesai Juli 2026.
"Karena adanya adendum kontrak, pelaksanaan diundur dan kini dimulai Januari dengan target selesai Agustus 2026 dengan waktu pengerjaan delapan bulan,’’ terangnya.
Sugeng mengatakan, pembangunan gedung SR sepenuhnya dibiayai APBN melalui kementerian terkait. Pemkab Tuban hanya bertugas menyediakan lahan.
“Itu (anggaran, Red) kewenangannya pemerintah pusat, kami (Pemkab Tuban, Red) mengaku tidak mengetahui secara detail besaran anggaran untuk membangun gedung SR. Kami hanya ditugaskan untuk menyediakan lahan,” ujarnya.
Menurut Sugeng, gedung baru ini diproyeksikan menampung lebih banyak siswa dari berbagai jenjang dibandingkan kapasitas sementara di BLK.
Sebelumnya, Sekretaris Ditjen Perlindungan Sosial (Linjamsos) Beni Sujanto menyampaikan hal serupa saat berkunjung ke Tuban pada Agustus lalu.
Dia menyatakan optimistis pembangunan gedung baru SR Terintegrasi 18 Tuban dapat selesai sebelum tahun ajaran baru.
“Gedung baru tersebut diharapkan dapat menampung seribu siswa dari rombel SD, SMP, dan SMA,” kata Beni.(an/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni