Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tekan Angka Kecelakaan, Polres Tuban Perketat Operasi Keselamatan Semeru 2026

Andreyan (An) • Rabu, 4 Februari 2026 | 12:30 WIB
Personel Satlantas Polres Tuban mengikuti gelar apel gabungan Operasi Semeru 2026 di halaman Mapolres Tuban, Senin (2/2).
Personel Satlantas Polres Tuban mengikuti gelar apel gabungan Operasi Semeru 2026 di halaman Mapolres Tuban, Senin (2/2).

RADARTUBAN – Angka kecelakaan di Jatim sulit ditekan. Untuk menguranginya, seluruh polres memperketat penindakan pelanggar lalu lintas dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026 yang mulai berlangsung dua pekan mendatang.

Kemarin (2/2), ratusan personel yang bertugas di Tuban, mengikuti apel gabungan di mapolres setempat.

‘’Operasi keselamatan ini demi menciptakan keamanan dan kelancaran lalu lintas jelang berlangsungnya bulan Ramadan,’’ kata Wakapolres Tuban Kompol Achmad Robial.

Dalam Operasi Keselamatan Semeru 2026, Polres Tuban menerjunkan sebanyak 117 personel.

Para personel tersebut sebelumnya melaksanakan pemetaan akhir serta final check sebelum bertugas di lapangan.

Robi menerangkan, berdasarkan evaluasi pelaksanaan operasi pada tahun sebelumnya di Jatim, khususnya Operasi Keselamatan Semeru 2025, mencatatkan fakta memprihatinkan.

Sepanjang pelaksanaan operasi tersebut terjadi 531 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 10 pengendara meninggal dunia, 51 korban luka berat, serta 553 korban luka ringan.

‘’Catatan ini menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan penindakan tegas pada operasi tahun ini,’’ jelas dia.

Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026, pelaksanaan penegakan hukum akan dilakukan secara selektif dengan memprioritaskan terhadap pelanggaran yang berpotensi menimbulkan fatalitas.

Sejumlah pelanggaran yang akan menjadi prioritas, antara lain, pelanggaran rambu lalu lintas, over dimension dan over loading (ODOL), pengendara melawan arus, pengendata tidak menggunakan helm SNI, serta penggunaan lampu strobo yang tidak sesuai peruntukannya.

‘’Dalam operasi tahun ini juga akan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi ETLE (electronic traffic law enforcement) sebagai sarana penegakan hukum yang transparan, akuntabel, dan untuk menghindari terjadinya pungutan liar,’’ tandasnya.

Operasi Keselamatan Semeru 2026 dijadwalkan berlangsung 14 hari (2-15 Februari). Operasi tersebut melibatkan pesonel cukup besar. Totalnya 5.020 personel kepolisian se-Jawa Timur.(an/ds)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #operasi #personel #jatim #polres #pelanggaran #Kecelakaan