RADARTUBAN – Lebih dari dua pekan kapal tanker MT Abigail W kandas di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu. Alih-alih hanya menjadi persoalan laut, bangkai kapal raksasa itu justru menjelma menjadi magnet wisata baru.
Keberadaan kapal yang kian mendekati bibir pantai tersebut menciptakan sensasi berbeda bagi wisatawan.
Selain panorama matahari terbenam, Pantai Panduri kini memiliki ikon tambahan berupa kapal tanker kandas yang menjadi buruan swafoto.
Nur Aini, Salah satu pengunjung asal Lamongan mengaku sengaja datang bersama keluarga kecilnya untuk melihat langsung kapal kandas tersebut.
"Biasanya ke sini cuma lihat sunset. Sekarang ada kapal besar di pinggir pantai, sekaligus mengenalkan anak yang kebetulan ngebet ingin melihat kapal besar,’’ katanya.
Senada disampaikan Widianto, pengunjung lain. Warga Kecamatan Soko itu menyebut keberadaan kapal membuat Pantai Panduri terasa seperti destinasi baru.
"View-nya jadi beda. Pantai, sunset, plus kapal besar. Cocok buat foto-foto,’’ ucapnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Panduri Sumaji mengatakan, fenomena kapal terdampar membawa dampak besar bagi geliat wisata di kawasan pesisir utara Kecamatan Jenu itu. Itu karena pemandangan kapal menjadi tambahan ikon wisata di Pantai Panduri.
Menurut dia, lonjakan pengunjung mulai terasa sejak hari-hari awal kapal kandas. Terutama pada pagi hari sekitar pukul 08.00-09.00 WIB.
Terlebih, ketika ombak relatif surut dan memungkinkan wisatawan mendekat ke badan kapal.
"Kalau pagi kebetulan ombaknya surut, jadi pengunjung bisa melihat semakin dekat dan bahkan bisa langsung menyentuh dek kapal,’’ tambahnya.
Sebelum peristiwa tersebut, jumlah pengunjung Pantai Panduri di akhir pekan berkisar 500 orang. Kini, melonjak hingga dua kali lipat.
Sumaji menyampaikan, wisatawan tidak hanya dari Tuban, namun juga dari Bojonegoro, Lamongan, Jombang, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo, Blora, dan Rembang.
Lebih lanjut dia memastikan akan terus meningkatan fasilitas dan pengamanan pantai agar aktivitas wisatawan tetap aman, khususnya bagi pengunjung yang mendekat ke area kapal. ‘’Kenyamanan dan keamanan pengunjung paling utama. Apalagi saat ini cuaca sering tidak bersahabat,’’ ujarnya.(an/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni