RADARTUBAN – Aksi kekerasan yang dilakukan salah seorang aparatur sipil negara (ASN) terhadap empat petugas SPBU Parangbatu, Kecamatan Parengan berujung penangkapan.
Dua hari pascakejadian, polisi membekuk pelaku pada Senin (9/2) malam.
Kepastian tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan.
Dia menyampaikan, setelah laporan masuk ke Polres Tuban, anggota satreskrim bergerak cepat mengamankan pelaku berinisial SJ di kediamannya di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan. Pelaku diamankan tanpa perlawanan.
‘’Benar (pelaku sudah diamankan, Red), saat ini masih menjalani pemeriksaan penyidik. Untuk hasilnya nanti akan segera kami informasikan,’’ ungkapnya, kemarin (10/2).
Bobby menerangkan, peristiwa tersebut terjadi Sabtu (7/2) sekitar pukul 18.45.
Peristiwa bermula ketika SJ, oknum ASN yang belakangan diketahui berdinas di Kantor Kecamatan Parengan itu mengendarai mobil dan hendak mengisi BBM jenis pertamax di SPBU tersebut.
Saat itu, SPBU Parangbatu dalam proses pengecekan stok BBM, sehingga belum dapat memberikan pelayanan pembelian BBM. VPF, operator SPBU kemudian menyuruh SJ untuk menunggu karena masih berlangsung pengecekan stok BBM.
‘’Pelaku marah, kemudian turun dari mobil dan langsung menarik kerah korban (VPF, Red), pelaku juga menarik topi dan memukul wajah korban,’’ beber perwira berpangkat balok tiga itu.
Tak hanya VPN yang menjadi korban penganiayaan, tiga petugas lainnya juga babak belur usai dihajar SJ. Mereka, AN, 32, saat berusaha melerai SJ dan VPF, justru mendapat pukulan di area wajah dan perut sebanyak satu kali.
Korban berikutnya yang dianiaya, PS, saat berusaha melerai, namun malah mendapat pukulan di area wajah dan tendangan di kaki hingga jatuh telentang.
Serupa dialami petugas SPBU lainnya, berinisial RW, 48, yang berniat hendak mendinginkan suasana justru malah mendapat pukulan di area wajah.
Akibat penganiayaan tersebut, VPN menderita memar di wajah dan leher serta kepala pusing. AN menderita sakit dan nyeri pada area wajah.
PS mengalami sakit di wajah dan memar di hidung, bahkan pascamendapat pukulan sempat mengalami pendarahan hidung. Semantara RW mendapat luka memar di wajah dan bibir.
Dari tempat kejadian perkara (TKP) polisi telah mengamankan rekaman CCTV yang merekam jelas insiden brutal tersebut. Selain itu, polisi juga telah mengantongi saksi-saksi.
Perwira kelahiran Kota Malang itu menuturkan, saat ini penyidik masih mendalami motif pelaku sampai hilang kendali melakukan kekerasan terhadap keempat petugas SPBU.
‘’Pelaku sudah diamankan, tidak ada perlakuan khusus meski yang bersangkutan berstatus sebagai ASN,’’ tandasnya.(an/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama