Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

MBG Tetap Jalan Saat Ramadan, Inilah Menu yang Disiapkan SPPG Tuban Agar Tahan Lama

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 19 Februari 2026 | 16:05 WIB
Ilustrasi Program MBG.
Ilustrasi Program MBG.

RADARTUBAN – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dipastikan tetap menyalurkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, meski para siswa menjalankan ibadah puasa.

Ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelayanan Program MBG pada Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah serta Libur Tahun Baru Imlek 2026, yang ditandatangani Kepala Badan Gizi Nasional.

Ketua Satgas MBG Tuban Abdul Rakhmat mengatakan, distribusi MBG selama Ramadan akan dimulai pada Senin (23/2), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah setelah libur awal puasa.

Menu yang disalurkan disesuaikan dengan kondisi puasa siswa.

“Nanti menu yang diberikan selama Ramadan berupa paket makanan yang tidak mudah basi,” ujar Rakhmat kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Dia menjelaskan, berdasarkan informasi Koordinator Wilayah SPPG Tuban, paket MBG akan berisi makanan yang dapat dikonsumsi saat berbuka puasa maupun beberapa hari kemudian. Di antaranya, telur asin, abon, dendeng kering, buah, kurma, dan menu sejenis.

“Pendistribusian dilakukan dua kali dalam sepekan, yakni setiap Senin dan Kamis,” katanya.

Menurut Rakhmat, penyesuaian pelayanan MBG selama Ramadan bersifat sementara. Setelah Ramadan berakhir, layanan MBG akan kembali berjalan sesuai ketentuan operasional normal seperti sebelum bulan puasa.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Ash Shomadiyah, Riza Shalihuddin Habibi menyatakan keberatannya terhadap distribusi MBG selama Ramadan.

Dia menilai, program tersebut sebaiknya dialihkan dalam bentuk bantuan tunai yang disalurkan kepada orang tua siswa.

“Sehingga pemenuhan gizi bisa diserahkan kepada orang tua masing-masing,” ujarnya.

Ulama muda yang akrab disapa Gus Riza itu juga meminta pemerintah tidak memaksakan distribusi MBG selama Ramadan.

Dia berkaca pada pelaksanaan MBG saat libur akhir tahun 2025 yang banyak menuai keluhan.

“Hingga sekarang pun, kami belum menerima informasi teknis distribusi MBG selama Ramadan,” katanya.

Daripada menimbulkan persoalan di lapangan, Gus Riza menyarankan anggaran MBG sebesar Rp 15.000 per anak ditransfer langsung kepada orang tua siswa. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
#SPPG #badan gizi nasional #ramadan #Mbg #sekolah #idul fitri