RADARTUBAN - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP di Tuban belum sepenuhnya dilakukan secara mandiri oleh seluruh sekolah.
Dari puluhan SMP yang mengikuti ujian terstandar tersebut, tercatat masih satu sekolah yang harus menumpang pelaksanaan ujian ke sekolah lain.
Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Tuban, Kepala Bidang Pengelolaan Pendidikan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Siswo Suwarko mengatakan, keputusan sekolah tersebut untuk menginduk bukan disebabkan oleh kendala teknis, seperti jaringan internet maupun keterbatasan daya listrik. Faktor utama justru terletak pada jumlah peserta didik yang relatif sedikit.
“Karena siswanya sedikit, jadi mereka memutuskan untuk menumpang ke sekolah terdekat agar pelaksanaannya lebih maksimal,” ujar Siswo saat ditemui di ruang kerjanya.
Dia menjelaskan, secara umum mayoritas SMP di Bumi Wali sudah siap melaksanakan TKA secara mandiri. Kesiapan tersebut, menurut dia, merupakan dampak positif dari pengalaman sekolah dalam menyelenggarakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada tahun-tahun sebelumnya.
Meski saat ini hanya satu sekolah yang menumpang, Siswo menyatakan tidak tertutup kemungkinan sekolah lain yang mengambil langkah serupa apabila menghadapi kendala mendadak.
Namun, Disdik Tuban masih mengutamakan opsi penyesuaian jadwal ujian selama periode TKA berlangsung atau memanfaatkan jadwal ujian susulan.
“Secara prosedur memang ada (sekolah yang menumpang di tengah pelaksanaan TKA). Tapi sejak awal kami sudah menjalin komunikasi intens dengan sekolah-sekolah terkait kesiapan. Kalau ada kendala akan kami bantu, bahkan jika diperlukan kami bisa turun ke lapangan untuk pengecekan,” katanya.
Untuk memantapkan persiapan, Disdik Tuban menggelar simulasi TKA mulai Senin (23/2) hingga Minggu (1/3).
Meski rentang waktu simulasi disediakan selama satu pekan, setiap sekolah minimal melaksanakan simulasi selama dua hari.
Skema ini disiapkan agar sekolah dapat menyesuaikan jadwal apabila menghadapi hambatan pada hari tertentu.
“Simulasi ini juga bisa diunduh oleh sekolah. Jadi kalau sekolah ingin memperbanyak simulasi secara mandiri, itu bisa dilakukan. Sehingga jika ada siswa yang sakit atau mengalami kendala lain, layanan simulasi masih bisa diberikan,” jelas Siswo.
Dia menambahkan, simulasi sejatinya ditujukan bagi proktor dan teknisi. Sedangkan bagi peserta didik tidak bersifat wajib. Kendati demikian, siswa tetap dilibatkan agar lebih terbiasa dengan sistem ujian berbasis komputer.
Lebih lanjut, Siswo memastikan seluruh siswa SMP di Tuban telah terdaftar sebagai peserta TKA tahun ini.
Sebelumnya, 17 siswa yang belum melakukan pendaftaran.
“Alhamdulillah pendaftar TKA jenjang SMP sudah 100 persen. Semua sudah terdaftar. Harapan saya, satuan pendidikan bisa semakin optimal dalam memfasilitasi peserta didik untuk mengikuti TKA ini,” ujarnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama