RADARTUBAN – Keterbatasan dokter spesialis jantung di RSUD dr. R. Koesma Tuban kembali “memakan korban”.
Seorang pasien yang dirujuk ke Poli Jantung RSUD setempat terpaksa pulang dengan tangan kosong lantaran tidak ada dokter yang menangani.
Dan, parahnya lagi, pasien tidak bisa mengubah surat rujukan dari puskesmas ke rumah sakit lain karena tenggat waktunya belum habis.
Sumber internal RSUD membenarkan ihwal kasus yang dialami pasien. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak lantaran memang tidak ada dokter yang praktik.
‘’Sepengetahuan saya, dokter Fani (satu-satunya dokter spesialis jantung di RSUD Koesma, Red) itu masih praktik, tapi sepertinya memang tidak sampai hari Rabu, hanya Senin-Selasa,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban, kemarin (25/2).
Lantas, bagaimana nasib pasien yang sudah kadung meminta rujukan dari puskesmas ke RSUD?
Padahal, ketika surat rujukan sudah tertera di salah satu rumah sakit, maka tidak bisa mengganti rujukan secara seketika ke rumah sakit lain.
Sebab, mengalihkan rujukan harus menunggu tenggat waktu surat rujukan yang pertama habis.
Artinya, selama tenggat surat rujukan awal belum kadaluwarsa, maka satu-satunya solusi adalah jalur pasien umum.
‘’Karena sistem. Sementara solusi memulai lagi dari awal (kembali ke poli penyakit dalam, Red) juga butuh waktu, kasihan pasiennya,’’ tandas sumber di internal rumah sakit tersebut yang mengaku tidak bisa berbuat banyak.
Sementara itu, hingga berita ini ditulis tadi malam, Plt Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban dr. Abdul Rochman belum memberikan jawaban atas konfirmasi wartawan koran ini.
Termasuk adanya isu bahwa dokter Fani, satu-satunya dokter spesialis jantung yang dimiliki RSUD saat ini resmi mengundurkan diri.
Sebagaimana diketahui, lantaran hanya memiliki satu dokter, pelayanan poli jantung RSUD hanya berlangsung tiga hari (Senin-Rabu). Bahkan, itu pun kadang tidak full tiga hari.
Seperti Rabu (18/2) pekan lalu dan Rabu (25/2) pekan ini, lantaran satu-satunya dokter yang dimiliki RSUD tidak praktik, maka layanan di klinik jantung pun terpaksa kosong.
Dalam pernyataan sebelumnya, Plt Direktur RSUD dr. R. Koesma Tuban dr. Abdul Rochman mengatakan bahwa sebenarnya RSUD memiliki dua dokter spesialis jantung.
Namun, yang aktif praktik hanya satu, yakni dokter Fani Suslina, Sp.JP. Itu pun yang bersangkutan sudah mengajukan surat pengunduran diri sejak awal Januari lalu.
Hanya saja, surat pengunduran dirinya masih “diolor” sambil menunggu kedatangan dr. Hariman Kristian, Sp.JP. yang masih menjalani pendidikan di China.(tok)
Editor : Yudha Satria Aditama