RADARTUBAN – Pemkab Tuban memastikan ketersediaan bahan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah dalam kondisi aman.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap menyiapkan strategi operasi pasar melalui kegiatan Pasar Murah Ramadan 2026 untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Langkah konkret tersebut digelar di 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban. Berlangsung dari tanggal 23 Februari-13 Maret mendatang, atau kurang lebih tiga pekan. Dibuka mulai pukul 8.30 sampai 14.30 WIB.
Melalui skema subsidi, warga dapat menebus paket sembako berisi 5 kg beras SPHP dengan harga Rp 58.000, Minyakita Rp 15.500 per liter, gula pasir peremium Rp 17.000 per per kg, telur ayam ras Rp 14.000 per 0,5 kg, cabai rawit merah Rp 2.500 per 0,25 kg, cabai merah besar Rp 3.250 per 0,25 kg, bawang merah Rp 7.250 per 0,25 kg, dan bawang putih Rp 7.000 per 0,25 kg. Harga yang ditawarkan jauh dari harga pasaran atau harga eceran tertinggi (HET).
‘’Sebagaimana arahan dari Bupati Tuban Mas Lindra (Aditya Halindra Faridzky, Red) tujuan dari Pasar Murah Ramadan adalah membantu meringankan beban masyarakat, serta menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok selama Ramadan dan mengendalikan inflasi,’’ kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Agus Wijaya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Total stok per kecamatan sebanyak 1 ton beras, 300 kg minyak, 200 kg gula pasir, 45 kg telur ayam, 17 kg cabai rawit merah, 15 cabai merah besar, 17 kg cabai merah keriting, 40 kg bawang merah, dan 20 kg bawang putih. Namun, beberapa titik dilakukan penambahan menyusul stok yang telah habis.
Agus memastikan, stok bahan pokok di Tuban dalam kondisi aman. Karena itu, masyarakat diimbau agar tidak panic buying atau pembelian secara berlebihan, yang malah menyebabkan lonjakan harga. ‘’Beli sesuai kebutuhan, insyaallah stok bahan pokok di Tuban aman,’’ pesannya.
Lebih lanjut, mantan Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban itu memastikan bahwa pemkab akan terus memantau harga-harga kebutuhan bahan pokok di pasaran. Ketika ada pasokan yang kurang, pemkab akan langsung melakukan intervensi guna menambal kekurangan stok tersebut.
‘’Keseimbangan supply and demand sangat penting untuk menjaga stabilitas harga,’’ jelasnya.
Agus menambahkan, berdasar angka inflasi Jawa Timur, inflasi di Kabupaten Tuban masih terkendali di angka 3,29 year on year atau 0,2 persen month to month. ‘’Meski tren harga terbilang stabil, tapi pemkab akan terus menyiapkan strategi untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok,’’ tandasnya. (tok)
Editor : Yudha Satria Aditama