RADARTUBAN – Polemik pengelolaan Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban belum sepenuhnya mereda.
Setelah sebelumnya puluhan umat mendatangi kantor Pemkab Tuban pada Rabu (3/2), kini langkah konsolidasi ditempuh melalui rapat musyawarah.
Sebanyak 84 umat anggota menghadiri pertemuan yang digelar pengurus-penilik, Minggu (1/3) di kompleks kelenteng.
Agenda utamanya, memulihkan stabilitas tata kelola rumah ibadah yang dikenal sebagai salah satu kelenteng terbesar di Asia Tenggara tersebut.
Musyawarah menghasilkan sejumlah keputusan strategis. Dalam struktur operasional yang baru tersebut, Tio Eng Boo disepakati menjabat general manager dengan Tan Ay Kwok sebagai wakilnya.
“Seluruh pengurus penilik disepakati akan aktif bekerja terhitung mulai 7 Maret mendatang,” ujar Go Tjong Ping kepada Jawa Pos Radar Tuban melalui sambungan telepon, Senin (2/3).
Selain restrukturisasi kepemimpinan, forum juga menyepakati sejumlah program kesejahteraan umat.
Di antaranya jaminan kesehatan, distribusi beras bagi umat kurang mampu, serta pemberian beasiswa pendidikan hingga ke luar negeri.
Umat anggota juga menyetujui pembuatan kartu tanda anggota (KTA) untuk pendataan dan penguatan administrasi.
Dalam dinamika internal, umat juga meminta pengembalian kop surat dan stempel kepengurusan kelenteng dari pihak Soedomo, pengelola sebelumnya.
“Diputuskan juga rekening atas nama Soedomo Mergonoto Surabaya harus segera ditutup. Sebagai gantinya, pengurus TITD Tuban akan membuka rekening bank,” kata pria yang juga dikenal dengan nama Teguh Prabowo Gunawan itu.
Forum turut menyepakati revisi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Sejumlah poin yang diubah, antara lain, masa bakti pengurus dari tiga tahun menjadi lima tahun, penghapusan batasan keluarga dalam kepengurusan, serta perubahan sanksi dari tiga periode menjadi satu periode.
Struktur penilik juga direvisi dari lima orang menjadi tiga orang. Ketua terpilih akan melakukan pwak pee sebanyak tiga kali. Hak pilih penilik disesuaikan dengan kebutuhan jumlah pengurus.
Menurut Tjong Ping, keputusan tersebut diambil untuk memudahkan pelayanan dan memperlancar kegiatan umat.
“Keputusan umat anggota ini tujuannya memberikan kemudahan dan kelancaran untuk umat klenteng. Harapannya juga bisa untuk memajukan tempat ibadah ini. Dalam waktu dekat juga akan diadakan bazar lagi setelah perayaan Imlek kemarin dihadiri 15 ribu orang,” ujarnya.(saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama