RADARTUBAN - Sementara itu, berdasar jadwal kegiatan ibadah selama di Tanah Suci, jemaah haji asal Tuban dijadwalkan tinggal di Madinah selama sembilan hari, atau hingga 8 Mei mendatang.
‘’Setelah itu, jemaah akan bergeser dari Madinah ke Makkah,’’ kata Plt Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tuban Abd Ghofur kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin.
Saat ini, terang Ghofur, jemaah masih berada di Madinah untuk menyelesaikan ibadah salat sunah Arbain atau salat berjamaah selama 40 waktu secara berturut-turut di Masjid Nabawi.
‘’Ada keutamaan sendiri untuk menjalankan kesunahan Arbain, makanya jemaah diberi waktu untuk menjalankan,’’ imbuhnya.
Selain menjalankan ibadah Arbain, kegiatan lain para jemaah selama di Madinah adalah ziarah dan mengunjungi tempat-tempat bersejarah.
Lebih lanjut, pejabat asal Kabupaten Lamongan itu mengatakan, perjalanan dari Madinah ke Makkah memakan waktu kurang lebih 6 jam dengan jarak tempuh sekitar 450 kilometer.
‘’Saat pemberangkatan nanti, setiap kloter akan bergantian diberangkatkan menggunakan bus ke Makkah,’’ katanya.
Sesampainya di Makkah, terang Ghofur, jemaah akan langsung melakukan ibadah umrah sambil menunggu puncak haji. ‘’Ada waktu kurang lebih sepuluh hari sebelum puncak haji dimulai,’’ jelasnya.
Meski dengan suhu rata-rata 40 derajat Celsius, kondisi kesehatan jemaah haji asal Tuban secara umum dalam kondisi baik.
‘’Petugas haji terus kami minta untuk melakukan pengawasan ekstra, sehingga jemaah bisa tetap menjalankan ibadah dengan baik,’’ pungkasnya. (fud/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama