RADARTUBAN – Gelaran bergengsi Lomba Literasi Numerasi yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan bersama Radar Tuban sukses dilaksanakan secara serempak Senin (18/5).
Kompetisi yang diikuti lebih dari 24 ribu pelajar ini kini memasuki tahap penilaian, di mana para peserta terbaik tengah disaring melalui tahapan seleksi ketat untuk memperebutkan tiket menuju babak final.
Puncak acara atau babak final dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 30 Mei mendatang, bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Rangga Jaya Anoraga Tuban.
Project Officer Lomba Literasi Numerasi Radar Tuban Yudha Satria Aditama mengatakan LJK bisa dikumpulkan kolektif melalui K3S masing-masing kecamatan untuk diserahkan ke Bidang SD Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban.
"Kemarin (19/5), K3S dari Kecamatan Semanding dan Bancar mengkonfirmasi sudah mengumpulkan LJK, untuk kecamatan lain bisa mengumpulkan Rabu (20/5) hari ini," tutur dia.
Wartawan senior di Tuban ini menjelaskan bahwa antusiasme peserta pada babak penyisihan sangat luar biasa.
Kompetisi ini tidak hanya sekadar ajang adu kecerdasan, tetapi juga menjadi tolok ukur sejauh mana kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving) para siswa di Kabupaten Tuban dalam hal literasi membaca dan numerasi (matematika praktis).
Menghadapi babak final di GOR Rangga Jaya Anoraga, para peserta yang lolos seleksi akan diundang melalui surat resmi ke lembaga.
"Kompetisi ini memberikan bekal persiapan yang matang bagi para siswa untuk menghadapi tantangan pendidikan di masa depan yang membutuhkan penalaran kritis," tutur Yudha.
Sementara itu Kabid Pengelolaan Pendidikan SD Disdik Tuban M. Nurdin mengatakan, melalui kompetisi tersebut, siswa diharapkan memetik nilai penting dalam pembelajaran.
Salah satunya mengasah jiwa kompetitif dan kepercayaan diri. Apalagi nantinya saat final, siswa terbaik dari masing-masing kecamatan akan bertanding di tingkat kabupaten dan disaksikan banyak orang di GOR Rangga Jaya Anoraga.
"Sehingga dapat melatih mental juara siswa sejak dini agar tidak canggung di kompetisi yang besar," tegas dia.
Mantan Kepala SDN Kebonsari 1 Tuban ini menjelaskan bahwa soal-soal yang disajikan berbasis penalaran, bukan hafalan. Sehingga memaksa siswa mempercepat kemampuan analisis data dan pemahaman bacaan secara komprehensif.
Durasi pengerjaan yang ketat saat babak seleksi serempak kemarin menjadi simulasi nyata bagi siswa untuk mengatur strategi menjawab soal dengan cepat dan akurat.
Format lomba literasi dan numerasi ini menyelaraskan kurikulum modern untuk mengasah IQ atau kecerdasan berpikir. Sehingga secara tidak langsung menjadi wadah try out terbaik bagi siswa untuk menghadapi ANBK. (yud)
Editor : Yudha Satria Aditama