Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kualitas Udara Tuban Memburuk, DLHP Tambah Alat Pemantau untuk Data Pembanding

M. Mahfudz Muntaha • Jumat, 22 Mei 2026 | 16:03 WIB
Ilustrasi kualitas udara di Tuban dinilai semakin mengkhawatirkan akibat tingginya particulate matter atau PM 2,5 dari kendaraan dan industri.
Ilustrasi kualitas udara di Tuban dinilai semakin mengkhawatirkan akibat tingginya particulate matter atau PM 2,5 dari kendaraan dan industri.

RADARTUBAN – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban berencana membuat “data pembanding” terkait indeks kualitas udara (IKU) di Kabupaten Tuban yang semakin memburuk. Pasalnya, sejauh ini baru memiliki satu unit alat pengukur kualitas udara.

Oleh karena itu, data hasil pemantauan udara di satu titik ini dianggap kurang valid untuk merepresentasikan kualitas udara di Bumi Ronggolawe.

‘’Penambahan alat pengukur kualitas udara ini untuk memperkuat pengawasan udara di Tuban. Juga sekaligus sebagai pembanding data dari titik lain,’’ kata Kepala DLHP Tuban Anthon Tri Laksono kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Baca Juga: Kualitas Udara Tuban Memburuk, PM 2,5 Jadi Ancaman Serius Kesehatan: Bisa Picu Gangguan Reproduksi

Disampaikan Anthon, data IKU di Kabupaten Tuban hanya bersumber dari satu alat ukur atau sensor Integrated Air Quality Monitoring System (IQMS) yang ditempatkan di area Mall Pelayanan Publik (MPP), Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo.

Lokasinya berada tepat di pinggir jalan raya. Itulah yang menyebabkan hasil pemantauan udara menunjukkan kualitas yang tidak baik. 

‘’Pengadaan alat ukur udara baru ini nanti akan dipasang di titik lain sehingga datanya lebih beragam,’’ jelasnya.

Hanya saja, terang Anthon, pengadaan alat ukur udara ini hanya satu unit. Anggarannya, Rp Rp 51 juta.

‘’Nanti yang menggunakan adalah tim dari laboratorium DLHP,’’ katanya. Namun, di mana titik pemasangannya, mantan Kabag Pengadaan Barang/Jasa Sekretariat Daerah Tuban itu belum bisa memastikan.

Anthon berharap, dengan pemantauan kualitas udara yang semakin diperketat ini, nantinya data IKU di Tuban bisa membaik. Sebagaimana diketahui, kualitas udara di wilayah Tuban semakin mencemaskan.

Dari target IKU 74,85, hanya tercapai 74,32. Dari hasil pengukuran udara, particulate matter (PM) atau debu halus 2,5 di Tuban menjadi salah satu penyumbang udara kotor paling banyak. (fud/tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Tuban #DLHP #kualitas udara