RADARTUBAN — Di tengah kepulangan bertahap jemaah haji asal Tuban ke Tanah Air, empat jemaah terpaksa masih tertinggal di Makkah karena harus menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.
Kondisi kesehatan yang belum memungkinkan membuat mereka belum dapat mengikuti jadwal penerbangan bersama rombongan masing-masing.
Empat jemaah tersebut berasal dari Kloter SUB 26, SUB 28, dan SUB 29. Mereka kini berada dalam pengawasan tim medis untuk memulihkan kondisi sebelum dipulangkan ke Indonesia.
Dari Kloter SUB 26, jemaah yang masih dirawat adalah Niswatin, 70, warga Desa Penidon, Kecamatan Plumpang. Dia menjalani perawatan di King Fahd Hospital setelah mengalami gangguan jantung.
Baca Juga: Jemaah Haji Tuban Tak Perlu Antre Lama, Pemulangan Jemaah Lebih Cepat Karena Ini
Sementara itu, Kloter SUB 28 meninggalkan seorang jemaah bernama Siti Rokayah, 66, warga Desa Bogorejo, Kecamatan Merakurak. Hingga kini, dia masih dirawat di King Abdullah Hospital Makkah akibat gangguan jantung dan paru-paru.
Dua jemaah lain yang belum dapat kembali bersama rombongannya berasal dari Kloter SUB 29. Mereka adalah Roikanah, 70, warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Singgahan, serta Masriah, warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Singgahan.
Roikanah menjalani perawatan di Heraa Hospital Makkah setelah mengalami stroke akibat sumbatan pada pembuluh darah di kepala. Adapun Masriah dirawat di Saudi German Hospital karena menderita diare akut yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Hingga Minggu (7/6), data jemaah yang tertunda kepulangannya dari Kloter SUB 30 belum diketahui. Kloter tersebut merupakan gabungan jemaah Lamongan dan sebagian kecil jemaah Tuban yang dijadwalkan pulang sehari setelah kloter-kloter sebelumnya.
Ketua Kloter SUB 28 Misbahul Munir menjelaskan, kondisi Siti Rokayah masih belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara jarak jauh. Menurut dia, tim dokter masih fokus pada upaya pemulihan kondisi pernapasan jemaah tersebut.
“Terakhir yang kami terima, beliau mengalami gagal napas. Karena kondisi fisiknya masih lemah, dokter belum berani mengambil risiko untuk melakukan tindakan operasi jantung,” ujar Munir.
Dia menambahkan, proses kepulangan Siti Rokayah masih menunggu hingga kondisi kesehatannya dinyatakan stabil oleh tim medis. Selama masa perawatan, seluruh kebutuhan administrasi dan pemulangan akan ditangani oleh pihak Kantor Urusan Haji Arab Saudi.
“Kepulangannya menunggu setelah kondisinya sehat. Nanti Kantor Urusan Haji Arab Saudi yang menangani semuanya, termasuk kemungkinan pemulangannya bersama kloter berikutnya,” kata guru MAN 1 Tuban tersebut.
Ketua Kloter SUB 29 Evendi Anwar juga memastikan bahwa kondisi Roikanah dan Masriah terus dipantau secara intensif. Menurut dia, kedua jemaah masih mendapatkan penanganan khusus dari tim medis di rumah sakit tempat mereka dirawat.
Baca Juga: Jemaah Haji Tuban Mulai Tinggalkan Makkah Minggu, Empat Jamaah Masih Dirawat di Rumah Sakit
“Kami bersama keluarga terus mengikuti perkembangan kondisi keduanya. Semoga segera pulih dan dapat kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” ujarnya.
Seperti diberitakan, jemaah haji asal Tuban yang tergabung dalam Kloter SUB 26, 27, 28, dan 29 dijadwalkan meninggalkan Makkah pada Minggu (7/6).
Kloter SUB 26 menjadi rombongan pertama yang mengawali perjalanan pulang. Sebanyak 380 jemaah yang menempati Tayeb Hotel (121) check out pada pukul 04.20 waktu Arab Saudi (WAS). Setelah menempuh perjalanan menuju Bandara Internasional King Abdulaziz Jeddah, pesawat yang mengangkut mereka dijadwalkan lepas landas pukul 11.20 WAS.
Dengan durasi penerbangan sekitar 13 jam 20 menit, termasuk transit sekitar satu jam untuk pengisian bahan bakar, kloter ini diperkirakan tiba di Bandara Internasional Juanda Surabaya pada pukul 04.40 WIB. Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan administrasi di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, rombongan dijadwalkan tiba di Kompi Senapan C Tuban sekitar pukul 09.40 WIB.
Selanjutnya, Kloter SUB 27 dijadwalkan terbang dari Jeddah pukul 12.20 WAS. Sebelum menuju bandara, para jemaah yang menginap di Faris Ajyad 2 Hotel (403) meninggalkan hotel pada pukul 05.20 WAS. Kloter ini diperkirakan mendarat di Juanda pukul 05.40 WIB dan tiba di Tuban sekitar pukul 10.40 WIB.
Kloter SUB 28 menyusul dengan jadwal keberangkatan pukul 13.25 WAS. Para jemaah yang menempati Faris Ajyad 2 Hotel (378) dan Dar Al Azhar Hotel (404) dijadwalkan check out pukul 06.25 WAS.
Jika tidak ada perubahan jadwal penerbangan, rombongan akan tiba di Juanda pukul 06.45 WIB dan sampai di Tuban sekitar pukul 11.45 WIB.
Adapun Kloter SUB 29 yang membersamai wartawan koran ini menjadi kelompok terakhir yang meninggalkan Makkah pada hari tersebut.
Sebanyak 379 jemaah meninggalkan Tayeb Hotel pukul 07.20 WAS sebelum terbang pukul 14.20 WAS. Mereka diperkirakan tiba di Juanda pukul 07.40 WIB dan melanjutkan perjalanan menuju Tuban hingga tiba sekitar pukul 12.40 WIB.
Sementara itu, Kloter SUB 30 yang berisi gabungan jemaah Lamongan dan sebagian kecil jemaah Tuban diberangkatkan pada Senin (8/6) pukul 00.55 WAS dari Bandara King Abdulaziz Jeddah.
Para jemaah dijadwalkan meninggalkan Dar Al Barokah Hotel (111) pada Minggu sore pukul 17.55 WAS. Rombongan ini diperkirakan mendarat di Juanda pukul 18.15 WIB dan tiba di Tuban sekitar pukul 23.15 WIB. (ds)
Editor : Yudha Satria Aditama