RADARTUBAN - Kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di sejumlah pasar tradisional kian tak terkendali. Di antara bahan pokok yang mengalami lonjakan harga signifikan meliputi beras, bawang merah, dan minyak goreng.
Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, beras kualitas medium merangkak hingga harga Rp 13.400 per kilogram (kg). Tren serupa menular pada beras jenis premium yang mengalami kenaikan menjadi Rp 14.633 dari harga pekan lalu Rp 14.000 per kg.
Kondisi paling mencolok terlihat pada komoditas bawang merah. Harganya melesat tajam dari kisaran Rp 40 ribu menjadi Rp 52 ribu per kg.
‘’Kenaikan sebesar Rp 12 ribu ini terjadi sedikit demi sedikit sejak sebelum Idul Adha lalu. Memang sekarang semua barang serba naik," tutur Khoirunnisa, pedagang bahan pokok di Pasar Baru Tuban.
Baca Juga: Bitcoin Tergelincir ke Level 62.750 Dollar AS, Pasar Masih Tertekan
Bukan hanya bawang merah, komoditas minyak goreng pun enggan turun. Nisa mengungkapkan, saat ini harga minyak goreng kemasan premium berada di angka Rp 24 ribu per liter dari yang sebelumnya Rp 21 ribu. Sementara harga minyak curah sedikit lebih rendah, yakni di kisaran Rp 21-22 ribu per liter. Harga tersebut naik dari awal tahun yang hanya Rp 19 ribu per liter.
‘’Harga minyak ini susah kalau mau kembali standar karena terpengaruh mahalnya harga kemasan plastik. Jadi tidak bisa turun lagi,’’ imbuhnya.
Meski demikian, komoditas telur ayam ras menunjukkan tren menurun. Berbeda dengan beberapa komoditas lainnya, Nisa mengakui penurunan harga telur kali ini cukup drastis dibanding biasanya. ‘’Turunnya jauh, sampai seribu. Sedangkan biasanya maksimal turun itu Rp 500 saja. Sebelumnya kalau harga eceran masih Rp 26 ribu, sekarang menjadi Rp 25 ribu per kilo," jelasnya.
Senada, Yono pedagang kebutuhan pokok di Pasar Pramuka membenarkan adanya kenaikan tersebut. Bahkan, dia mengakui nilai kenaikan di beberapa barang kebutuhan tergolong tidak sedikit.
‘’Kenaikannya lumayan banyak, jadi mau tidak mau kami harus ikut menyesuaikan harga jual di pasaran," paparnya.
Yono menyebut, fenomena kenaikan harga ini terjadi merata di semua daerah, bukan hanya di Tuban. Dia memperkirakan, lonjakan harga sudah dipicu sejak dari tingkat petani maupun peternak. Dampaknya, harga di pasaran ikut terlanjur tinggi saat sampai di tangan pedagang eceran.
‘’Harga kulakan sudah mahal, rasanya susah untuk kembali ke harga normal seperti dulu," pungkasnya. (saf/tok)
Editor : Yudha Satria Aditama