RADARTUBAN- Menghabiskan akhir pekan tidak selalu identik dengan biaya mahal. Di tengah hiruk-pikuk Kota Tuban, Taman Kapur menawarkan alternatif rekreasi sederhana yang memadukan ruang terbuka hijau, edukasi satwa, dan hiburan keluarga dengan biaya yang sangat terjangkau.
Hamparan pepohonan yang rindang menghadirkan suasana teduh di tengah kota. Daya tarik utama taman ini bukan hanya lanskap hijaunya, melainkan keberadaan penangkaran rusa yang memungkinkan pengunjung berinteraksi langsung dengan satwa tersebut.
Hanya dengan Rp 1.000 untuk membeli seikat kangkung, pengunjung sudah dapat memberi makan rusa dari balik pagar pembatas. Aktivitas sederhana itu menjadi pengalaman yang paling dinantikan, terutama bagi anak-anak yang baru pertama kali melihat rusa dari jarak dekat.
Mutia, warga Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, memilih Taman Kapur sebagai tujuan rekreasi bersama keluarganya. Selain lokasinya mudah dijangkau, menurut dia, taman ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi anak-anak.
Baca Juga: Revitalisasi Taman Kapur Tuban Masuk Target 2026, Anggaran Prakonstruksi Hampir Rp 1 Miliar
"Saya ke sini mengajak anak-anak. Selain tempatnya sejuk dan adem, mereka sangat senang bisa memberi makan rusa secara langsung. Harga kangkungnya juga sangat murah dan lokasinya dekat dari rumah," ujarnya.
Tak hanya keluarga, kawasan ini juga menjadi pilihan kalangan muda untuk melepas penat. Finna mengaku baru pertama kali mengunjungi Taman Kapur dan merasa pengalaman berinteraksi dengan rusa menjadi sesuatu yang berbeda dibandingkan destinasi rekreasi lainnya.
"Sebetulnya baru pertama kali ini saya ke sini. Menurut saya sangat seru karena bisa berinteraksi langsung, bahkan bisa mengelus-elus rusa dari balik pagar," katanya.
Senada dengan Najwa. Dia menilai Taman Kapur menawarkan suasana yang berbeda dari tempat nongkrong modern seperti kafe. Keberadaan satwa di ruang terbuka memberikan pengalaman yang lebih dekat dengan alam.
Sepanjang sore, antusiasme pengunjung terlihat saat mereka menyodorkan kangkung kepada rusa tutul yang menghuni area penangkaran. Satwa-satwa tersebut tampak terbiasa dengan kehadiran manusia, sehingga berani mendekat untuk mengambil pakan dari tangan pengunjung. Gelak tawa anak-anak pun kerap terdengar ketika rusa menyambar sayuran yang mereka ulurkan.
Meski demikian, sejumlah pengunjung berharap pengelolaan penangkaran terus ditingkatkan. Najwa mengaku prihatin melihat kondisi beberapa rusa yang dinilainya tampak lebih kurus. "Sayang sekali jika kondisinya memprihatinkan seperti ini. Saya berharap pihak pengelola bisa lebih memperhatikan asupan makanan dan kesehatan hewan-hewan eksotis ini agar mereka bisa hidup lebih layak," ujarnya.
Selain perawatan satwa, pengunjung juga menilai fasilitas pendukung seperti kebersihan kawasan, ketersediaan tempat sampah, serta perawatan lingkungan perlu mendapat perhatian lebih agar kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Di balik kesederhanaannya, keberadaan penangkaran rusa di Taman Kapur memberikan manfaat yang lebih luas. Selain menjadi sarana edukasi bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai satwa, kawasan ini turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.
Meningkatnya kunjungan, terutama pada sore hari dan akhir pekan, membawa berkah bagi pedagang makanan, pelaku UMKM, hingga penjual pakan rusa. Dengan pengelolaan yang semakin baik, Taman Kapur berpeluang berkembang sebagai ruang publik yang tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga wahana edukasi dan penggerak ekonomi lokal.(saf/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni