Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tender Proyek Miliaran APBD Tuban Dimenangkan Kontraktor Luar, Rekanan Lokal Kebagian Paket Kecil

Andreyan (An) • Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:35 WIB
Salah satu titik kerusakan Jalur Lingkar Selatan yang hingga pertengahan tahun ini tak kunjung diperbaiki. (ANDREYAN/RADAR TUBAN)
Salah satu titik kerusakan Jalur Lingkar Selatan yang hingga pertengahan tahun ini tak kunjung diperbaiki. (ANDREYAN/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN — Antara tidak mendapat kesempatan atau tidak memang mampu. Untuk kesekian kalinya, kontraktor lokal selalu gagal dalam memenangi lelang proyek APBD dengan nilai pagu yang besar.

Setidaknya, ketidakperdayaan kontraktor lokal bersaing dengan rekanan dari luar itu terlihat dalam lelang proyek perbaikan jalan lingkar selatan (JLS).

Sebagaimana diketahui, tahun ini ada tiga paket proyek perbaikan JLS yang dilelang. Pertama, paket pelebaran JLS atau ring road di ruas Desa Kowang selatan senilai Rp 590 juta. Kedua, paket rekonstruksi ruas ring road Desa Kowang Rp 774,7 juta. Dan yang ketiga, paket rekonstruksi JLS paket tiga senilai Rp 7,9 miliar.

Dari ketiga proyek tersebut, hanya paket pertama dan kedua yang dimenangkan oleh kontraktor lokal, yakni CV Anugrah Mahakarya Persada dan CV Bina Sakti Kreasindo. Sedangkan paket ketiga dimenangkan oleh perusahaan konstruksi asal Bojonegoro, yakni CV Wahana Karya.

Baca Juga: Kontraktor Main Aman, Penawaran Lelang Proyek APBD Tuban Hanya Turun Nol Koma Persen

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR PRKP) Tuban Agung Supriyadi mengatakan, dari tiga proyek tersebut, dua paket sudah penandatanganan kontrak, sedangkan satu paket memasuki tahap penerbitan surat penunjukan penyedia barang/jasa (SPPBJ). Karena itu, tidak lama lagi akan segera dikerjakan.

‘’Jika merujuk jadwal, pertengahan bulan ini sudah bisa dimulai pengerjaan fisik,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Agung menjelaskan, khusus untuk proyek rekonstruksi JLS paket tiga, perbaikannya menggunakan konstruksi rigid beton di seluruh titik pekerjaan.

‘’Diprioritaskan pada ruas-ruas yang mengalami kerusakan paling parah, terutama jalan berlubang dan mengalami penurunan kualitas permukaan,’’ jelasnya.

Meski pelaksanaan fisik baru dimulai pada pertengahan tahun, Agung optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target. Menurut dia, waktu pelaksanaan yang tersedia masih mencukupi untuk menuntaskan pekerjaan hingga akhir Desember. ‘’Targetnya sebelum akhir tahun sudah selesai,’’ katanya.

Terkait pemenang proyek, terang Agung, sistemnya berbasis online sehingga siapa pun bisa mengajukan penawaran dan memenangkan lelang.

Di bagian lain, seiring dimulainya pekerjaan konstruksi, kepolisian mulai memperketat pengawasan lalu lintas di kawasan JLS. Kanit Turjawali Satlantas Polres Tuban Ipda Rizky Dwi Prasetyo mengatakan, rekayasa lalu lintas yang telah diberlakukan selama sekitar tiga bulan akan dioptimalkan agar pekerjaan tidak terganggu.

Dalam skema yang diterapkan, kendaraan dari arah Surabaya tetap melintasi JLS, namun diarahkan menggunakan lajur kanan. Sedangkan lajur kiri dikosongkan untuk mendukung proses perbaikan. Adapun kendaraan dari arah Semarang dialihkan melalui jalur pantura sebelum berbelok ke Jalan Manunggal Tuban.

Menurut Rizky, penerapan rekayasa lalu lintas selama ini belum berjalan maksimal karena masih banyak pengendara yang mengabaikan pengaturan tersebut. "Selama ini masih banyak yang tetap menerobos. Setelah ini akan kami perketat pengawasan agar proses perbaikan jalur berjalan lancar," katanya. (an/tok)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kontraktor lokal #Proyek APBD #JLS #Lelang