RADARTUBAN – Dua bulan setelah kebakaran melanda Pasar Baru Tuban, sedikitnya 15 pedagang yang kehilangan kios hingga kini belum juga mendapatkan penanganan berupa tenda darurat yang dijanjikan pemerintah daerah sebagai tempat sementara untuk kembali berjualan.
Anto, pedagang gerabah yang menjadi korban kebakaran mengaku kecewa karena janji penyediaan tenda darurat belum direalisasikan. Hingga kini, dia bersama sejumlah pedagang lain harus mencari cara sendiri agar tetap bisa bertahan menjalankan usaha.
‘’Saat setelah insiden kebakaran memang dijanjikan ada bantuan tenda darurat bagi pedagang yang kehilangan kios, tapi sampai sekarang sama sekali tidak ada realisasinya," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.
Baca Juga: Polres Tuban Ungkap Penyebab Kebakaran Pasar Baru Tuban, Begini Hasil Labfor Polda Jatim
Pedagang yang telah berjualan sejak 1997 itu mengatakan, beberapa hari setelah kebakaran memang ada petugas dari dinas terkait yang datang untuk melakukan pendataan. Namun, menurutnya, setelah proses tersebut tidak ada tindak lanjut.
‘’Kami tidak meminta bantuan uang, yang kami butuhkan hanya tempat sementara untuk berjualan lagi. Kasihan teman-teman yang tidak punya kios, mereka terpaksa mencari lokasi sendiri agar tetap bisa mendapatkan penghasilan," katanya.
Keluhan serupa disampaikan Sugiarto. Menurutnya, langkah pemerintah daerah terkesan lamban, meski para korban telah menunggu selama dua bulan. Dia menilai, kehadiran pemerintah saat kebakaran terjadi belum diikuti solusi nyata bagi pedagang yang kehilangan mata pencaharian.
‘’Setidaknya tenda darurat saja sudah cukup untuk kami memulai usaha lagi. Itu penanganan yang kami tunggu sejak insiden kebakaran terjadi," ujarnya.
Sugiarto juga membeberkan, hingga kini tidak pernah ada forum komunikasi maupun pembahasan mengenai kebutuhan para korban. Akibatnya, sejumlah pedagang terpaksa membuka lapak seadanya di berbagai sudut sekitar pasar demi tetap mendapatkan penghasilan sehari-hari.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskopumdag) Tuban Gunadi mengatakan, pihaknya sebetulnya telah menawarkan kios kepada pedagang korban kebakaran untuk bisa kembali berjualan dengan tempat yang layak.
''Kami sudah menawarkan untuk menempati kios yang masih tersedia agar bisa kembali berjualan seperti biasa," ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban, Rabu (1/7).
Namun, karena pedagang masih ingin berdiskusi terkait hal tersebut, kata dia, pihaknya dengan tangan terbuka menerima untuk berunding bersama guna menemukan solusi.
‘’Monggo, terkait hal tersebut pedagang bisa langsung datang ke dinas. Saya sangat terbuka untuk diskusi perihal ini agar persoalnnya jelas dan klir,” tegas mantan kepala Satpol PP dan Damkar Tuban itu. (saf/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama