RADARTUBAN - Perjuangan Roikanah menuntaskan ibadah haji berakhir di Tanah Suci. Jemaah haji asal Desa Tanjungrejo, Kecamatan Singgahan itu meninggal dunia di rumah sakit Madinah pada Minggu (5/7) pukul 08.00 waktu Arab Saudi (WAS), setelah lebih dari sebulan menjalani perawatan intensif akibat komplikasi sejumlah penyakit.
Roikanah, 70, merupakan salah satu dari empat jemaah haji Kloter SUB 29 yang kepulangannya ke Indonesia tertunda karena kondisi kesehatan. Sejak jatuh sakit saat puncak pelaksanaan ibadah haji di Mina, kondisinya terus menurun hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir di Madinah.
Gangguan kesehatan mulai dialaminya ketika berada di Mina. Pada Kamis (28/5) sekitar pukul 20.10 WAS, Roikanah pingsan setelah beberapa hari mengalami penurunan kondisi fisik. Sejak tiba di Madinah pada awal musim haji, dia kehilangan nafsu makan.
Baca Juga: Biaya Haji 2027 Berpeluang Turun, Pemerintah Siapkan Skema Subsidi Hingga 60 Persen untuk Jemaah
Setelah sempat mendapat penanganan di klinik kesehatan, Roikanah dirujuk ke rumah sakit di Mina. Kondisinya yang tidak kunjung membaik membuat dia dipindahkan ke rumah sakit di Makkah untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Karena kesehatannya belum memungkinkan, Roikanah tidak dapat pulang bersama rombongan Kloter SUB 29 pada 7 Juni lalu. Dia tetap menjalani perawatan ketika seluruh jemaah haji Indonesia secara bertahap kembali ke Tanah Air.
Ketua Kloter SUB 29 AW Evendi mengatakan, sejak pertama kali dirawat di Mina, kondisi Roikanah tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan. Saat operasional haji memasuki fase pemindahan jemaah gelombang kedua dari Makkah ke Madinah, Roikanah ikut dipindahkan agar dapat melanjutkan perawatan.
"Dirawat di rumah sakit Madinah dengan harapan manakala posisi jamaah sudah membaik bisa dibersamakan dengan kloter berikutnya," ujarnya.
Namun, harapan itu tidak terwujud. Hingga seluruh jemaah haji Indonesia menyelesaikan proses pemulangan, kondisi Roikanah tetap kritis. Penanganan medis yang semula berada di bawah Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) kemudian dilanjutkan oleh Kantor Urusan Haji (KUH) Madinah.
"Sampai akhirnya meninggal dunia Minggu pukul 08.00 WAS di RS Madinah," kata Evendi.
Dokter Tim Kesehatan Kloter SUB 29 Ririn Puji Rahayu menjelaskan, Roikanah awalnya dirawat karena mengalami gangguan paru-paru berat yang mengharuskannya mendapatkan perawatan intensif.
Menjelang dipindahkan ke Madinah, kondisinya sempat membaik. Bahkan, alat bantu pernapasan atau ventilator yang sebelumnya terpasang sudah dapat dilepas.
Namun, setelah menjalani observasi di KKHI Madinah, kondisinya kembali memburuk. "Ketika di klinik, Bu Roikanah kena serangan jantung," ungkap Ririn.
Menurut dia, kondisi Roikanah semakin kompleks karena selain mengalami gangguan paru-paru dan penyakit jantung, ia juga terserang stroke.
Tim medis terus memberikan penanganan hingga berakhirnya operasional pemulangan jemaah haji Indonesia pada pertengahan Juni. "Kami mendapat kabar beliau meninggal dunia pada Minggu sore, dan beliau dimakamkan di Madinah," ujarnya.
Sebelumnya, dua jemaah haji asal Kabupaten Tuban lebih dahulu wafat. Keduanya meninggal setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi.
Jemaah pertama yang meninggal adalah Darsiman yang tergabung di Kloter SUB 26. Dia wafat di Rumah Sakit Haji Surabaya pada Rabu (10/6), setelah dua hari menjalani perawatan sekembalinya dari Tanah Suci.
Beberapa hari kemudian, kabar duka kembali datang dari Arab Saudi. Siti Rukayah, jemaah haji asal Tuban, meninggal dunia pada Selasa (16/6) pukul 06.50 WAS.
Sebelum mengembuskan napas terakhir, dia menjalani perawatan selama hampir dua pekan di sebuah rumah sakit di Makkah.
Dengan wafatnya Roikanah, jumlah jemaah haji asal Tuban yang meninggal dunia pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi tiga orang.
Dua di antaranya meninggal setelah menjalani perawatan di Arab Saudi. Sementara satu jemaah wafat di Rumah Sakit Haji Surabaya setelah kembali ke Indonesia. (fud/ds)
Editor : Yudha Satria Aditama