RADARTUBAN – Kunjungan Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin ke Kabupaten Tuban, kemarin (10/7) pagi, tidak hanya menjadi agenda peninjauan satuan baru TNI Angkatan Darat.
Di hadapan prajurit Yonif TP 932/Sunan Bonang, dia menitipkan dua pesan penting: membangun prajurit yang profesional sekaligus memperkuat kemandirian pangan.
Helikopter yang membawa Sjafrie dan rombongan mendarat di Lapangan Desa Ngino, Kecamatan Semanding sekitar pukul 08.50. Dari lokasi pendaratan, rombongan langsung menuju marshalling area Yonif TP 932/Sunan Bonang untuk menerima paparan mengenai perkembangan pembangunan dan kesiapan satuan.
Komandan Yonif TP 932/Sunan Bonang Letkol Inf M. Hafidh Wahidiyas menjelaskan, markas komando batalyon berdiri di atas lahan seluas 56,5 hektare. Sebagian besar atau sekitar 42,5 hektare diperuntukkan bagi kawasan bangunan. Sisanya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan peternakan.
Area produktif tersebut terdiri atas sekitar 5 hektare lahan pertanian dan 3 hektare kawasan peternakan. Sementara itu, marshalling area yang saat ini digunakan dilengkapi 40 tenda yang berfungsi sebagai tenda prajurit, logistik, maupun staf.
Menurut Hafidh, pemanfaatan lahan pertanian menjadi bagian dari dukungan satuan terhadap program swasembada pangan. Untuk itu, personel Yonif TP 932/Sunan Bonang mulai dibekali pengetahuan mengenai budidaya pertanian dan peternakan melalui kerja sama dengan dinas terkait.
"Beberapa personel kami sudah mulai belajar tentang pertanian dan peternakan. Untuk sisa lahan yang tidak terbangun bangunan saat ini kami coba tanami padi dan jagung," bebernya.
Dalam arahannya, Sjafrie menekankan pentingnya pembinaan bagi prajurit yang memiliki potensi dan prestasi agar kemampuan mereka dapat berkembang secara optimal.
"Prajurit yang berprestasi agar diwadahi untuk latihan terpusat khususnya prajurit muda," ujarnya.
Ia juga memberi perhatian terhadap pengembangan lahan pertanian di lingkungan batalyon. Salah satu masukannya adalah penyediaan toren air untuk mendukung sistem pengairan lahan jagung sehingga produktivitasnya dapat ditingkatkan.
Di hadapan seluruh prajurit, Sjafrie kembali mengingatkan bahwa tugas utama seorang tentara adalah mengabdi kepada negara dan masyarakat. Profesionalisme, disiplin, serta dedikasi, menurut dia, harus menjadi landasan setiap pengabdian prajurit.
"Keringat kalian bukan untuk kepentingan politik, bisnis, tapi keringat kalian untuk membela NKRI," tandasnya.(an/ds)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni