Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Banyak Orang Tua Ragu, Peminat Sekolah Rakyat Tuban Jenjang SD Menyusut Jadi 16 Siswa

Ahmad Atho'illah • Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:07 WIB
Siswa SR Tuban tampak bersemangat mengikuti pembelajaran. (Dok. RADAR TUBAN)
Siswa SR Tuban tampak bersemangat mengikuti pembelajaran. (Dok. RADAR TUBAN)

RADARTUBAN – Alih-alih mencapai target keterisian kuota, hasil penjangkauan calon siswa baru Sekolah Rakyat (SR) Tuban jenjang SD malah berpotensi menyusut. Pasalnya, belum semua orang tua/wali murid memberikan persetujuan melepas anaknya di asrama. Bahkan, dari 18 anak yang berhasil dijangkau, dua di antaranya sudah menyatakan tidak bersedia melepas buah hatinya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3APMD) Tuban Sugeng Purnomo selaku tim koordinasi kabupaten membenarkan kondisi dilematis tersebut. Bahkan, terang dia, saat rapat pleno pertama tingkat kabupaten, hanya ada enam anak.

‘’Setelah kami upayakan lagi, akhirnya ada 16 anak,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin (9/7).

Namun, terang Sugeng, itu pun belum sepenuhnya fix. Masih ada kemungkinan orang tua/wali murid yang berubah pikiran. Sebab, 16 anak yang masuk kuota SR juga sudah terdaftar di SD negeri. Artinya, ketika mereka sudah nyaman di SD negeri dan orang tuanya tidak tega untuk melepas, maka ada potensi gagal asrama.

Baca Juga: Pleno Calon Siswa SR Diusulkan Berdasar Kuota: Diutamakan Disil 1 dan 2, Puluhan Calon Siswa Baru SR Jenjang SMP-SMA Tereliminasi

‘’Karena memang pendaftaran di SD negeri sudah dibuka lebih awal, sehingga mereka juga sudah mendaftar di SD negeri. Makanya, nanti akan divalidasi untuk memastikan agar bersedia masuk asrama SR,’’ terang mantan camat Kerek itu.

Bagaimana jika nanti para orang tua berubah pikiran dan tidak setuju melepas anaknya? ‘’Akan tetap diupayakan agar bersedia karena ini merupakan program pemerintah pusat,’’ paparnya. Bahkan, tegas Sugeng, juga masih akan diupayakan lagi untuk menambah jumlah siswa agar keterisian kuota yang telah ditetapkan mencapai target.

Sebagaimana diketahui, pembangunan gedung SR Tuban permanen di Jalan Letda Sucipto didasarkan sesuai kebutuhan yang dicanangkan sejak awal, yakni tiga rombel di setiap angkatan. Dengan demikian, 18 ruang untuk jenjang SD kelas 1-6, dan masing-masing 9 ruang untuk jenjang SMP dari kelas 7-9 dan SMA untuk kelas 10-12.

Berbeda dengan jenjang SMP dan SMA yang berhasil melampaui kuota, jenjang SD hanya mendapat 16 siswa. Itu pun masih bisa berpotensi menyusut lagi. (tok/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#kuota siswa SD #Calon siswa baru Sekolah Rakyat #Tuban #Sekolah Rakyat #Dinsos P3APMD