Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Cabai Rawit di Tuban Naik Jadi Rp 42 Ribu per Kg, Bahan Pokok Lain Masih Stabil

Shafa Dina Hayuning Mentari • Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:29 WIB
Penjual cabai di Pasar Baru Tuban menunggu pembeli datang  di lapaknya
Penjual cabai di Pasar Baru Tuban menunggu pembeli datang di lapaknya

RADARTUBAN – Memasuki pekan kedua Juli, harga sebagian besar bahan pokok di pasar tradisional Tuban masih relatif stabil. Kenaikan hanya terjadi pada komoditas cabai rawit merah. Sementara sejumlah kebutuhan pokok lain justru bertahan, bahkan cenderung menurun seiring melimpahnya pasokan dan rendahnya permintaan.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Tuban di sejumlah pasar tradisional, kemarin (7/7), harga cabai rawit merah naik dari Rp 36 ribu menjadi Rp 42 ribu per kilogram (kg). Sebaliknya, bawang merah turun menjadi Rp 33 ribu–Rp 34 ribu per kg dari sebelumnya Rp 35 ribu–Rp 36 ribu. Adapun harga bawang putih masih bertahan pada kisaran Rp 36 ribu–Rp 38 ribu per kg.

Komoditas pangan lainnya juga belum menunjukkan perubahan berarti. Daging ayam ras dijual sekitar Rp 34.333 per kg. Sedangkan telur ayam ras tetap berada di kisaran Rp 23 ribu per kg.

Khoirun Nisa, salah seorang pedagang Pasar Baru Tuban mengatakan, fluktuasi harga cabai merupakan hal yang lazim terjadi. Menurut dia, perubahan harga dapat berlangsung dalam waktu singkat, bergantung pada pasokan dari sentra produksi.

Baca Juga: Harga Bahan Pokok di Tuban Melonjak, Bawang Merah Tembus Rp 52 Ribu per Kilogram

Di sisi lain, dia menilai jeda operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama libur sekolah berpengaruh terhadap pasar, meski dampaknya tidak terlalu besar. Terutama untuk komoditas telur yang selama ini juga dipengaruhi pergerakan harga dari daerah sentra produksi seperti Blitar.

"Selain itu, bisa juga karena pasokan dan panennya banyak karena sebelumnya diperlukan untuk MBG, jadi saat program ini libur mereka menyalurkan lebih banyak stoknya ke daerah lain dan dijual dengan harga murah," ujarnya.

Kondisi serupa dirasakan Yono, pedagang di Pasar Pramuka. Dia menyebut pasokan yang melimpah membuat harga sejumlah bahan pokok bertahan stabil sejak akhir Juni. Beras medium masih dijual Rp 14 ribu per kg, sedangkan beras premium Rp 15 ribu per kg. Sementara itu, minyak goreng premium mengalami kenaikan tipis menjadi Rp 22 ribu per liter.

Menurut Yono, selain faktor pasokan, minimnya kegiatan masyarakat selama bulan Suro turut menekan permintaan sehingga harga relatif terkendali.

"Sejak empat hari lalu stabil harganya, kalau naik ya hanya beberapa bapok saja, yang lainnya kalau naik tidak banyak,’’ tuturnya yang mengaitkan dengan tren bulan Suro dan MBG libur.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Tuban Gunadi menilai stabilnya harga bahan pokok lebih dipengaruhi mekanisme pasar, yakni keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Dia menegaskan, kondisi tersebut bukan disebabkan berhentinya sementara program MBG.

Menurut Gunadi, saat ini sejumlah komoditas sedang memasuki masa panen sehingga pasokan di tingkat produsen melimpah. Kondisi cuaca yang mendukung juga ikut menjaga ketersediaan barang di pasaran.

"Saat ini trennya memang sedang turun karena beberapa komoditas sedang panen, terlebih dalam penanggalan Jawa saat ini sedang bulan Suro yang menyebabkan minimnya penyelenggaraan acara besar," jelasnya.

Dia memerkirakan tren harga akan berubah pada Agustus mendatang. Berakhirnya bulan Suro dan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang peringatan Kemerdekaan diperkirakan akan kembali mendorong permintaan bahan pokok.

"Selesai bulan Suro, hajatan warga dan perayaan Agustusan akan kembali memengaruhi permintaan di pasaran," terangnya.(saf/ds)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#harga cabai rawit merah naik #Pasar Tradisional #kebutuhan pokok #Mbg