Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Kemarin Sore Matahari di Atas Kakbah Momen Tepat Kalibrasi Arah Kiblat

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:02 WIB
Tim Seksi Bimas Islam Kemenag Tuban menandai bayang matahari sebagai arah kiblat di halaman kantornya kemarin (15/7) pukul 16.27. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)
Tim Seksi Bimas Islam Kemenag Tuban menandai bayang matahari sebagai arah kiblat di halaman kantornya kemarin (15/7) pukul 16.27. (M. MAHFUDZ MUNTAHA/RADAR TUBAN)

RADARTUBAN - Posisi matahari yang tepat berada di atas Kakbah menjadi momentum untuk mengukur ulang arah kiblat. Fenomena tersebut terjadi kemarin (15/7) dan Rabu (16/7) hari ini.

Pengukuran arah kiblat dapat dilakukan dengan memanfaatkan bayangan matahari. Cara ini dinilai lebih sederhana karena masyarakat tidak memerlukan perhitungan khusus.

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Tuban Mashari mengatakan, pengukuran arah kiblat pada hari biasa memerlukan perhitungan khusus dan pendampingan dari tim Kemenag.

Baca Juga: Marco Ottolini Bangun Ulang Sistem Scouting Juventus, Targetkan Kembali Jadi Kiblat Talenta Dunia

Namun, saat matahari berada tepat di atas Kakbah, masyarakat dapat melakukan kalibrasi secara mandiri. 

“Caranya cukup mudah, hanya dengan tongkat lurus atau bandul dengan benang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Menurut Mashari, benda tersebut harus diletakkan di atas permukaan yang datar. Bayangan yang terbentuk kemudian dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat. “Nanti ujung pangkal bayangan itu akan mengarah ke Kakbah, ya itu arah kiblatnya,” katanya.

Meski dapat dilakukan secara mandiri, pengukuran harus dilakukan pada waktu tertentu. Di Tuban, waktu yang paling tepat untuk melakukan pengukuran adalah sekitar pukul 16.27 atau 17.27.

“Waktu akurat hanya sekitar satu atau tiga menit. Karena waktu bergeser sedikit saja, bayang istiwa sudah bergeser arahnya,” ungkapnya.

Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban sebelumnya membuka pendaftaran bagi masyarakat yang ingin melakukan kalibrasi arah kiblat dengan memanfaatkan fenomena tersebut.

Dari kuota 8.000 titik yang disediakan, sebanyak 5.445 titik telah mendaftar. “Meski tidak sesuai kuota, tapi jumlah yang mendaftar di Tuban cukup tinggi daripada daerah lain,” ujarnya.

Para pendaftar juga telah mendapatkan pelatihan mengenai cara mengukur arah kiblat. Pelatihan diberikan kepada takmir masjid, musala, dan sejumlah pihak lainnya.

Pada pelaksanaan pengukuran, Kemenag juga memberikan pendampingan. Setelah proses pengukuran selesai, peserta akan mendapatkan sertifikat kalibrasi arah kiblat dari Kemenag. (fud/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
kiblat kakbah Kemenag Tuban