UISI dan Kemendiktisaintek Perkuat Transfer Teknologi Retort untuk Diversifikasi Produk Olahan Daging dan Susu Kambing di Tuban

radar tuban digital • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 10:07 WIB
UISI bersama Kemendiktisaintek mengenalkan teknologi retort kepada peternak Tuban.
UISI bersama Kemendiktisaintek mengenalkan teknologi retort kepada peternak Tuban.

RADARTUBAN- Sebagai bentuk implementasi program Pengabdian Kepada Masyarakat dalam mendukung pengembangan usaha peternakan berbasis teknologi tepat guna, tim pengabdian Universitas Internasional Semen Indonesia (UISI) bersama mitra Raihan & Bunga Farm (RNB Farm) melaksanakan kegiatan transfer teknologi retort di PT Inagi, pada 2 Juli 2026. 

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program pengabdian kepada masyarakat  Universitas Internasional Semen Indonesia yang di danai oleh Kementrian Pendidikan Tinggi sains dan Teknologi yang bertujuan memberikan problem solving dari mitra dalam mengembangkan produk olahan daging dan susu kambing melalui penerapan teknologi sterilisasi pangan.

Kegiatan tersebut diikuti oleh lima belas peserta yang terdiri atas dosen pembimbing, mahasiswa Universitas Internasional Semen Indonesia, serta perwakilan anggota RNB Farm.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh kesempatan untuk mempelajari secara langsung tahapan pengolahan produk menggunakan teknologi retort, mulai dari proses persiapan bahan, pengemasan, sterilisasi, hingga evaluasi hasil produk setelah proses selesai.

UISI menghadirkan teknologi retort bagi RNB Farm untuk memperpanjang masa simpan produk olahan susu dan daging kambing.
UISI menghadirkan teknologi retort bagi RNB Farm untuk memperpanjang masa simpan produk olahan susu dan daging kambing.

Pelatihan diawali dengan menyiapkan bahan utama berupa susu kambing dan olahan daging kambing khas Kabupaten Tuban, yaitu becek kambing. Kedua produk tersebut dipilih sebagai contoh penerapan diversifikasi hasil peternakan yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk siap konsumsi dengan mutu yang lebih baik dan masa simpan yang lebih panjang. 

Melalui diversifikasi produk ini, diharapkan hasil peternakan tidak hanya dipasarkan dalam bentuk susu segar maupun kambing hidup, tetapi juga dapat diolah menjadi produk pangan yang memiliki nilai tambah.

Sebelum memasuki proses sterilisasi, seluruh produk terlebih dahulu dikemas menggunakan dua metode pengemasan, yaitu continuous band sealer dan vacuum sealer.

Penggunaan continuous  band sealer bertujuan menghasilkan segel kemasan yang kuat, rapi, dan kedap udara sehingga mampu menjaga integritas kemasan selama proses pemanasan pada suhu tinggi.

Sementara itu, vacuum sealer digunakan untuk mengeluarkan udara yang terdapat di dalam kemasan sebelum dilakukan penyegelan.

Proses ini bertujuan mengurangi kandungan oksigen yang dapat mempercepat proses oksidasi maupun pertumbuhan mikroorganisme, sehingga kualitas produk tetap terjaga selama penyimpanan.

Setelah proses pengemasan selesai, produk dimasukkan ke dalam alat retort untuk menjalani proses sterilisasi. Retort merupakan teknologi sterilisasi termal yang memanfaatkan uap panas bertekanan sehingga suhu proses dapat mencapai sekitar 120°C dengan tekanan sekitar 0,8–1,1 bar.

Kombinasi suhu, tekanan, dan waktu sterilisasi tersebut memungkinkan mikroorganisme penyebab kerusakan pangan maupun bakteri patogen diinaktivasi secara optimal sehingga produk menjadi lebih aman untuk dikonsumsi. Penerapan parameter proses tersebut juga mengacu pada hasil penelitian yang menjadi dasar pelaksanaan program pengabdian ini.

Proses sterilisasi berlangsung melalui beberapa tahapan yaitu Tahap pemanasan awal (come-up time),tahap holding, dan Tahap pendinginan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai prinsip kerja alat retort, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses pengoperasian alat, pengaturan suhu dan tekanan, serta pengendalian waktu sterilisasi yang sesuai dengan karakteristik produk. 

Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemilihan jenis kemasan retort yang mampu mempertahankan kualitas produk selama proses sterilisasi berlangsung.

produk olahan susu serta daging kambing
produk olahan susu serta daging kambing

Melalui penerapan teknologi retort, susu kambing dan becek kambing yang dihasilkan memiliki tingkat keamanan pangan yang lebih baik serta masa simpan yang lebih panjang dibandingkan produk yang tidak melalui proses sterilisasi. 

Selain itu, produk menjadi lebih mudah didistribusikan karena tidak bergantung sepenuhnya pada penyimpanan bersuhu rendah selama proses pemasaran. Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih luas bagi RNB Farm dalam mengembangkan produk olahan berbasis hasil peternakan.

Program Pengabdian Universitas Internasional Semen Indonesia tidak hanya berfokus pada penerapan teknologi, tetapi juga menjadi sarana transfer pengetahuan dan keterampilan kepada mitra agar mampu mengoperasikan teknologi retort secara mandiri.

Melalui kolaborasi antara universitas Internasional Semen Indonesia, Semen Indonesia Group, dan mitra peternak, diharapkan inovasi pengolahan pangan yang diterapkan dapat mendukung pengembangan diversifikasi produk olahan daging dan susu kambing di Tengah rendahnya harga jual kambing hidup dan susu kambing. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
RNB Farm Tuban universitas internasional semen indonesia Kemendiktisaintek uisi