Sempat Gagal Kontrol karena Biaya, Nasirudin Kini Bisa Berobat ke RSUD dr. Soetomo

Yudha Satria Aditama • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 11:02 WIB
Nasirudin, pasien kanker usus asal Singgahan yang akhirnya bisa berangkat kontrol ke RSUD dr. Soetomo Surabaya menggunakan fasilitas ambulans puskesmas secara gratis, kemarin (18/8). (Wanda untuk Radar Tuban)
Nasirudin, pasien kanker usus asal Singgahan yang akhirnya bisa berangkat kontrol ke RSUD dr. Soetomo Surabaya menggunakan fasilitas ambulans puskesmas secara gratis, kemarin (18/8). (Wanda untuk Radar Tuban)

RADARTUBAN – Setelah sempat putus asa karena tak kunjung sembuh dan seluruh harta benda yang dimiliki hampir tatas untuk menanggung biaya operasional dan biaya hidup selama kurang lebih setahun terbaring sakit, kemarin (18/8), harapan untuk sembuh kembali tergurat di wajah Mohammad Nasirudin.

Pasien kanker usus asal Dusun Krajan, Desa Lajukidul, Kecamatan Singgahan yang pontang-panting hingga utang sana-sini setelah dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya lantaran tidak ada fasilitas ambulans gratis yang bisa dimanfaatkan, akhirnya bisa menjalani kontrol dengan tenang.

Itu menyusul komitmen Pemkab Tuban yang bakal menanggung seluruh biaya pemberangkatan pasien selama kontrol melalui dana sosial Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Baca Juga: Sempat Utang Sana-Sini demi Kontrol ke Surabaya, Ongkos Ambulans Pasien Kanker Singgahan Akhirnya Ditanggung Baznas

Juga uluran tangan dari sejumlah pihak untuk meringankan beban biaya hidup keluarga.

Wanda, salah satu kerabat pasien mengatakan, dengan adanya kepastian ambulans gratis yang ditanggung pihak Puskesmas Singgahan dan bantuan biaya hidup dari Baznas, kini pasien bisa berangkat kontrol ke RSUD dr. Soetomo dengan tenang. Tidak lagi memikirkan biaya BBM, tenaga sopir, dan lain-lain.

‘’Alhamdulillah, saya atas nama keluarga menyampaikan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas bantuan yang telah diberikan kepada Pak Nasirudin. Semoga kebaikan jenengan semua menjadi ladang pahala dan pintu keberkahan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala,’’ tuturnya.

Disampaikan Wanda, mulai kemarin dan seterusnya, pemberangkatan pasien saban kontrol ke RSUD dr. Soetomo akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak puskesmas.

Pun saat di Surabaya ketika harus bermalam—menunggu antrean pemeriksaan, pasien bisa menginap di rumah singgah Pemkab Tuban atau rumah singgah organisasi sosial Sedekah Rombongan (SR).

‘’Tapi alhamdulillah untuk saat ini belum sampai menginap, sehingga habis kontrol langsung, seperti hari ini (kemarin, red) juga langsung pulang,’’ ujarnya.

Lebih lanjut, Wanda mengatakan, meski kondisi pasien masih cukup memprihatinkan. Namun dengan adanya support system dari sejumlah pihak, kini harapan pasien untuk sembuh semakin besar.

‘’Setidaknya, dengan adanya kepastian fasilitas ambulans gratis dan bantuan biaya hidup untuk meringankan beban keluarga, kini pasien dan keluarga yang mendampingi bisa lebih tenang dalam berobat,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, sebelum kasus Nasirudin viral dan mendapat respons dari Pemkab Tuban, pasien kanker usus ini sempat gagal kontrol karena kehabisan biaya untuk menanggung ongkos operasional ambulans karena tidak ada yang sepenuhnya gratis. 

Baca Juga: Ambulans Gratis untuk Pasien Miskin Didorong Masuk P-APBD Tuban 2026

Setelah kelewat dua pekan dari jadwal kontrol yang semestinya 22 Juli 2026, tepat tanggal 4 Agustus lalu, “malaikat” penolong itu akhirnya datang. Keberangkatan pasien ke Surabaya ditanggung sepenuhnya oleh Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama (Lazisnu) PCNU Tuban bersama MWCNU Singgahan.

Setelah viral dan mendapat atensi publik, Pemkab Tuban akhirnya turun tangan dan memastikan ambulans gratis untuk keberangkatan pasien setiap kali kontrol ke RSUD dr. Soetomo Surabaya.(tok)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
RSUD dr. Soetomo Surabaya Tuban pasien