RADARTUBAN - Proyek drainase Jalan Diponegoro kembali menuai keluhan tajam warga setelah rekaman video memperlihatkan air selokan berwarna hitam pekat tergenang dan berbau menyengat tepat di depan tempat usaha warga, Jumat (21/8).
Belum usai sorotan publik terkait insiden kecelakaan yang menimpa seorang pengendara sepeda motor beberapa waktu lalu, kini warga dan para pelaku usaha lokal kembali dibuat resah oleh dampak lingkungan dari pengerjaan saluran air tersebut.
Pengerjaan di kawasan tersebut justru dinilai memicu akumulasi masalah baru.
Berdasarkan keluhan yang ramai beredar di media sosial, pengerukan jalan dan pengendapan air limbah di depan gerbang tempat jualan warga telah memancarkan bau tak sedap yang menyengat selama lebih dari tiga hari berturut-turut.
Seorang perempuan pemilik usaha lokal yang mengunggah rekaman video tersebut menyampaikan bahwa dampak negatif proyek ini sebenarnya telah dirasakan sejak tahap awal konstruksi, mulai dari penebangan pohon peneduh hingga pengerukan tepi jalan.
"Yang di depan tempat jualanku benar-benar bau banget aromanya," keluh perempuan perekam video tersebut dalam unggahannya yang mendulang beragam respons netizen.
Dalam visual video yang beredar itu, terlihat jelas air selokan berwarna hitam pekat tergenang tanpa alur pembuangan yang lancar.
Situasi diperparah dengan tumpukan material bekas penggalian jalan yang dibiarkan berserakan tanpa dirapikan, sehingga memicu polusi debu tebal di sepanjang bahu jalan.
Kondisi kumuh dan berbau busuk ini membuat mobilitas pelanggan terganggu dan mengancam pendapatan harian para pedagang jika pengerjaan terus berlarut-larut tanpa penanganan kebersihan serta mitigasi yang memadai dari pihak pelaksana. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
Sumber : Radar Tuban