Gelombang Capai 2 Meter, Mayoritas Nelayan di Tiga Kelurahan Tuban Tak Melaut

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Minggu, 6 September 2026 | 12:04 WIB
Perahu nelayan di pesisir Kelurahan Sidomulyo, Karangsari, dan Kingking, ketiganya di Kecamatan Tuban yang ditambatkan di pantai selama berlangsung gelombang tinggi.  (Radar Tuban)
Perahu nelayan di pesisir Kelurahan Sidomulyo, Karangsari, dan Kingking, ketiganya di Kecamatan Tuban yang ditambatkan di pantai selama berlangsung gelombang tinggi.  (Radar Tuban)

RADARTUBAN - Sekitar dua pekan terakhir, sebagian besar nelayan di Kelurahan Sidomulyo, Karangsari, dan Kingking, ketiganya di Kecamatan Tuban memilih tidak melaut.

Pemicunya, angin kencang dan gelombang setinggi 2 meter dinilai membahayakan keselamatan nelayan. Terutama pengguna perahu tradisional berukuran kecil.

Ketua Komunitas Peduli Nelayan Nusantara (KOPEN) Tuban Ahmad Husnul Abidin mengatakan, para nelayan memilih menambatkan perahu untuk mengurangi risiko kecelakaan laut. Khususnya armada perahu tradisional berukuran di bawah 4 gross tonnage (GT).

Baca Juga: Gelombang Tinggi Menerjang Perairan Tuban, Nelayan Sidomulyo Tambat Perahu Dua Pekan

Menurut Ahmad, keputusan tidak melaut diambil, meski hasil tangkapan ikan dalam beberapa bulan terakhir cukup menjanjikan. Bagi nelayan, keselamatan tetap menjadi prioritas ketika kondisi cuaca memburuk.

Perahu berukuran di bawah 4 GT dinilai rentan terbalik ketika menghadapi gelombang lebih dari 2 meter dengan membawa muatan berat.

"Hasil tangkapan sebetulnya lumayan beberapa bulan kemarin. Tapi kalau cuaca buruk seperti ini, risiko menyangkut jiwa dan keselamatan harus nomor satu,” ujarnya. 

Ahmad menuturkan, perahu 4 GT memiliki kapasitas maksimal sekitar 1,5 ton ikan.

Namun, nelayan biasanya tidak memaksimalkan kapasitas tersebut karena mempertimbangkan stabilitas perahu.

“Biasanya kalau beban sudah sampai 1 ton saja nelayan agak tidak berani," imbuhnya.

Untuk memantau kondisi cuaca, nelayan mengacu pada pembaruan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta imbauan resmi dari Kesatuan Penjagaan Laut dan Pelayaran (KPLP).

Meski aktivitas melaut berhenti sementara, kawasan pesisir Sidomulyo tetap diwarnai kegiatan nelayan. Mereka memanfaatkan waktu di darat untuk memperbaiki peralatan tangkap, mulai dari lambung perahu hingga jaring.

Sebagian nelayan juga mencari penghasilan tambahan agar dapur mereka tetap mengepul. Aktivitasnya mulai mengolah atau menjual ikan, menjalankan budidaya, hingga sementara bekerja sebagai pengayuh becak di kawasan perkotaan Tuban. (saf/ds)

Editor : Yudha Satria Aditama
Sumber : Radar Tuban
Tuban nelayan laut Karangsari