RADARTUBAN - Rencana evakuasi 16 korban tenggelamnya KMP Virgo Transport 8 ke Tuban dibatalkan.
Pertimbangan jarak dari lokasi kejadian membuat 15 korban selamat dan satu korban meninggal dunia tersebut akhirnya dievakuasi ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Sebelumnya, kapal feri rute Surabaya–Banjarmasin yang mengangkut 243 penumpang itu dilaporkan hilang kontak di perairan Laut Jawa, dekat Banjarmasin, pada Minggu (13/9) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB atau 02.00 WITA.
Baca Juga: Kapal Induk Italia Garibaldi Siap Bertransformasi Jadi KRI Gajah Mada September Mendatang
Titik koordinat terakhir kapal tercatat pada 04°32.53' LS–114°01.60' BT atau sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Dari sejumlah korban yang berhasil ditemukan, 16 orang sempat direncanakan untuk dibawa dan dievakuasi ke Tuban.
Namun, rencana tersebut dibatalkan setelah mempertimbangkan jarak tempuh. Para korban kemudian diarahkan ke Banjarmasin karena lokasinya lebih dekat dengan titik evakuasi.
“Karena jarak ke Tuban terlalu jauh, sehingga langsung dibawa ke Banjarmasin yang lebih dekat,” ujar Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli KSOP Kelas III Tanjung Pakis C, Metropolitan Jaya kepada Jawa Pos Radar Tuban kemarin sekitar pukul 15.37.
Dalam proses pencarian dan penyelamatan, PT Pertamina Patra Niaga turut memberikan bantuan melalui kapal tanker MT Mauhau.
Kapal tersebut tengah berlayar dari Banjarmasin menuju Tuban ketika menerima informasi kecelakaan KMP Virgo Transport 8 melalui radio VHF.
Setelah mengetahui adanya kapal yang tenggelam di sekitar wilayah pelayarannya, nakhoda bersama awak MT Mauhau segera merespons informasi tersebut.
Kapal kemudian bergerak menuju lokasi kejadian untuk membantu pencarian dan evakuasi korban.
Menurut Metropolitan, koordinasi penanganan kecelakaan terus dilakukan bersama Basarnas dan pihak terkait lainnya.
Hingga kemarin, koordinasi masih berlangsung secara daring untuk memastikan proses pencarian dan penyelamatan korban berjalan maksimal.
“Ini masih zoom koordinasi terkait penyelamatan Virgo Transport 8,” bebernya ketika dikonfirmasi kemarin pukul 15.30.
Sebelum hilang kontak, KMP Virgo Transport 8 sempat melaporkan menghadapi cuaca buruk saat berlayar. Setelah laporan tersebut, komunikasi dengan kapal terputus.
Kabar hilang kontak itu kemudian dilaporkan General Manager Virgo Transport 8 kepada Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WIB. Laporan tersebut menjadi dasar dimulainya operasi pencarian dan pertolongan.
Lokasi perkiraan terakhir KMP Virgo Transport 8 berada sekitar 80 nautical mile dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
Perjalanan menuju titik tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam.
Selain KN SAR Laksmana 243, operasi pencarian juga melibatkan helikopter SAR, armada KRI TNI AL, Polairud, serta potensi SAR lainnya. (fud/ds)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radqr Tuban