RADARTUBAN – Diduga akibat korsleting listrik, rumah milik Warno di Dusun Ngembes, RT 003 RW 018, Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban ludes terbakar, Kamis (15/10).
Peristiwa kebakaran itu mengakibatkan kerugian material sekitar Rp 200 juta. Dilaporkan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Berdasarkan laporan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Tuban, petugas menerima laporan kebakaran pukul 12.22 WIB.
Baca Juga: Pengurus Baru Kwan Sing Bio Mulai Ngantor, Malah Satu Ruangan dengan Pengelola Lama
Armada pemadam langsung diberangkatkan pada waktu yang sama dan tiba di lokasi kejadian pukul 12.31 WIB.
"Sebanyak lima armada dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut. Rinciannya, satu mobil pemadam dari Pos Rengel, satu dari Pos Mako Induk, dua mobil pemadam milik Yonif TP, serta satu unit kendaraan pemasok air (water supply) dari Yonif TP," ujar Sutaji, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban.
Petugas damkar bersama personel Yonif TP, Satpol PP, Babinsa Sumberagung, Trantib Kecamatan Plumpang, perangkat desa, dan warga setempat bergotong royong menangani kejadian tersebut.
Api Padam dalam 18 Menit
Sutaji menerangkan, api pokok berhasil dipadamkan pada pukul 12.40 WIB atau sekitar 18 menit setelah petugas tiba di lokasi.
"Setelah itu, petugas melanjutkan proses pembasahan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali," lanjutnya.
Proses pembasahan berlangsung hingga pukul 13.38 WIB. Dengan demikian, penanganan di lokasi berlanjut selama hampir satu jam setelah api utama berhasil dipadamkan.
Luas bangunan rumah diperkirakan mencapai 30 meter persegi. Dari total tersebut, sekitar 25 meter persegi dilaporkan terdampak kebakaran.
Berdasarkan pendataan awal, kerugian akibat kejadian itu ditaksir mencapai Rp 200 juta.
Sementara itu, aset berupa rumah warga di sekitar lokasi yang berhasil diselamatkan diperkirakan bernilai Rp 500 juta.
Dugaan Penyebab Masih Perlu Dipastikan
Laporan Satpol PP dan Damkar Kabupaten Tuban menyebut kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik. Namun, penyebab tersebut masih berstatus dugaan berdasarkan laporan awal.
"Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam peristiwa tersebut," pungkas Sutaji.
Penanganan kebakaran melibatkan petugas lintas unsur, termasuk personel pemadam kebakaran dan Yonif TP, serta dukungan aparat desa dan masyarakat sekitar. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning MentariSumber : Radar Tuban