Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ada Dampak Setelah Tiktok Shop Tutup, Menkop: UMKM Tidak Dirugikan

Dwi Setiyawan • Rabu, 4 Oktober 2023 | 03:07 WIB
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/10). (ANTARA)
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/10). (ANTARA)

RADARTUBAN- Setelah TiktTok Shop berhenti beroperasi mulai Rabu (4/10) pukul 17.00 WIB, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengatakan, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tidak akan dirugikan.

"Penutupan TikTok Shop ini sebenarnya tidak mengganggu para seller, karena para seller, para pelaku UMKM yang jualan 'online' bisa memanfaatkan promo produknya di TikTok medsosnya," kata Teten Masduki di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (3/10), sebagaimana dikutip dari Antara.

Teten menjelaskan, para seller (penjual) dan UMKM dapat memanfaatkan TikTok sebagai media sosial untuk mempromosikan produknya. Hanya saja, penjualannya diarahkan ke berbagai platform e-commerce dan tidak di satu platform saja.

Teten mengatakan, sebagai media sosial, TikTok paling efektif menjadi media pemasaran.
Itu karena 113 juta orang Indonesia masuk ke dalam ekosistemnya.

"Pembelinya juga tinggal pindah 'channel' saja, jadi sederhana itu, jadi tidak benar kalau setelah ditutup ini mereka akan bangkrut dan lain sebagainya," kata menteri lulusan Universitas Pendidikan Indonesia itu.

Teten menegaskan, pemerintah tidak melarang TikTok Shop untuk beroperasi di Indonesia.
Mereka hanya perlu mengikuti aturan, yakni membuka kantor berbadan hukum di Indonesia.

Saat ini, TikTok baru membuka kantor perwakilan di Indonesia. Agar TikTok Shop bisa beroperasi kembali, TikTok harus membuka kantor usaha dan mengantongi perizinan berusaha berbasis risiko.

Menteri kelahiran Garut, Jabar itu meyakini TikTok berpotensi membuka usaha di Indonesia.


Itu karena Indonesia adalah pasar terbesar kedua TikTok Shop setelah Amerika Serikat yang kini memiliki 170 juta pengguna.

"Indonesia kan sudah 113 juta (pengguna) dan Indonesia termasuk negara yang daya belinya cukup kuat," kata dia.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#Menkop #UMKM #tiktok shop #teten masduki