Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Ada Rp 570 Miliar Dana Asing Masuk Indonesia, Kenaikan Yield SBN dan CDS di Tengah Ketidakpastian

Dinatur Rohmah Briliana • Selasa, 8 Oktober 2024 | 00:05 WIB
Ilustrasi keuangan.
Ilustrasi keuangan.

RADARTUBAN - Bank Indonesia (BI) melaporkan bahwa antara 30 September hingga 3 Oktober 2024, terjadi aliran masuk modal asing ke pasar keuangan Indonesia sebesar Rp 570 miliar.

Meskipun terdapat aliran masuk modal asing melalui pasar saham, keluarnya modal asing dari Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah BI (SRBI) lebih signifikan.

Secara rinci, dana asing yang masuk melalui pasar SBN mencapai Rp 6,13 triliun, sementara yang keluar dari pasar saham sebesar Rp 4,36 triliun dan dari SRBI sebesar Rp 1,20 triliun.

"Berdasarkan data transaksi 30 September-3 Oktober 2024, nonresiden secara agregat tercatat beli neto Rp 0,57 triliun (Rp 570 miliar)," ujar Direktur Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dikutip Minggu (6/10).

Dengan demikian, berdasarkan data setelmen hingga 3 Oktober 2024 (year to date/ytd), tercatat aliran masuk modal asing bersih di pasar SBN sebesar Rp 36,42 triliun.

Di pasar saham, tercatat beli neto sebesar Rp 49,92 triliun, sementara di SRBI mencapai beli neto sebesar Rp 191,75 triliun.

Seiring dengan keluarnya modal asing yang lebih besar daripada yang masuk pada pekan ini, premi risiko investasi atau premi credit default swaps (CDS) Indonesia untuk jangka waktu 5 tahun naik ke level 68,02 bps per 3 Oktober 2024, dibandingkan dengan level sebelumnya yang berada di 67,50 bps pada 27 September 2024.

Tingkat imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun tercatat naik menjadi 6,51 persen. Sementara itu, yield surat utang AS atau US Treasury tenor 10 tahun juga mengalami kenaikan, mencapai 3,846 persen.

"BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait, serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia," tutup Ramdan. (*)

 

Editor : Yudha Satria Aditama
#Sekuritas #sbn #Surat Berharga Negara (SBN) #bank indonesia (bi)