RADARTUBAN — Komunitas pecinta burung hias di Indonesia tengah diwarnai tren baru.
Burung emprit hias jenis Gold Amadine sukses mencuri perhatian berkat tampilan eksotis dan karakter jinaknya, menjadikannya salah satu burung paling dicari tahun ini.
Dengan bulu keemasan yang mengilap dan motif halus di dada serta sayapnya, Gold Amadine hadir sebagai hasil pengembangbiakan dari spesies zebra finch yang telah dimodifikasi warna secara selektif.
Ukurannya mungil, namun geraknya lincah—cocok dijadikan peliharaan maupun koleksi eksklusif.
Menurut Dika Saputra, peternak burung hias asal Tuban, permintaan terhadap Gold Amadine meningkat drastis dalam beberapa bulan terakhir.
“Sekarang permintaannya tinggi banget. Harga per ekor bisa tembus Rp300.000 sampai Rp500.000, tergantung kualitas warna dan posturnya,” ujarnya.
Ia bahkan rutin menerima pesanan dari kota besar seperti Surabaya, Jogja, hingga Jakarta.
Selain penampilannya yang menawan, burung ini dikenal bersuara lembut dan mudah dijinakkan.
Kombinasi ini membuat Gold Amadine semakin digemari, khususnya oleh penghobi yang mencari burung hias berkarakter tenang dan tidak rewel.
Tren Gold Amadine juga merambah dunia digital. Beragam konten video perawatan, unboxing, dan showcase kandang hias ramai beredar di platform seperti TikTok dan Instagram.
Burung ini pun dinobatkan sebagai “burung viral” oleh banyak komunitas online, seiring meningkatnya minat generasi muda dalam memelihara satwa eksotik rumahan.
Meningkatnya minat pasar terhadap Gold Amadine juga mendorong munculnya peternak baru yang mulai membudidayakan burung ini secara serius.
Dengan perawatan yang relatif mudah—cukup menjaga kebersihan kandang, pakan bergizi, dan suasana yang tenang—burung ini dapat berkembang biak dengan cepat dan sehat.
“Kalau kandangnya bersih dan makannya teratur, Gold Amadine bisa cepat jinak dan berkembang. Cocok buat yang baru mulai bisnis burung hias,” tambah Dika.
Meski bukan burung kontes suara seperti murai atau kenari, Gold Amadine membuktikan bahwa keindahan visual dan karakter lembut bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Dalam dunia burung kicau yang terus berkembang, si mungil berwarna emas ini berhasil membangun tempat spesial di hati para penggemar. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni