Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harga Emas Antam Tembus Rp1,9 Juta per Gram, Naik Rp12 Ribu Jelang Agustus

Alfinda Fauziyah Putri • Rabu, 30 Juli 2025 | 18:48 WIB
Harga emas antam anjlok
Harga emas antam anjlok

RADARTUBAN - Harga logam mulia produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami lonjakan signifikan pada Rabu, 30 Juli 2025.

Berdasarkan informasi resmi dari laman logammulia.com, harga emas batangan dengan kadar kemurnian 99,99 persen tersebut kini dipatok sebesar Rp 1.918.000 per gram, naik Rp 12.000 dibandingkan sehari sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan dinamika pasar yang sensitif terhadap kondisi global dan kepercayaan investor terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.

Kenaikan harga ini menjadi sinyal penting bagi para pelaku pasar maupun masyarakat umum, terutama menjelang bulan Agustus yang biasanya diwarnai oleh aktivitas pembelian emas untuk kebutuhan investasi, perayaan, maupun hadiah.

Emas tetap menjadi salah satu aset paling dicari, terutama di tengah gejolak ekonomi global yang belum stabil sepenuhnya.

Tak hanya harga jual, nilai buyback—yakni harga yang ditawarkan kepada konsumen yang ingin menjual kembali emas batangan ke Antam—juga mengalami peningkatan yang identik, yaitu naik Rp 12.000 menjadi Rp 1.813.000 per gram.

Kenaikan buyback ini menjadi daya tarik tersendiri, khususnya bagi investor yang mempertimbangkan waktu terbaik untuk merealisasikan keuntungan.

Perlu diketahui, harga emas Antam berbeda tergantung dari berat dan ukuran batangan yang dibeli. Berikut adalah daftar harga berdasarkan berat yang diperbarui pada 30 Juli 2025:

• 0,5 gram: Rp 1.059.000

• 1 gram: Rp 1.918.000

• 2 gram: Rp 3.776.000

• 5 gram: Rp 9.340.000

• 10 gram: Rp 18.315.000

• 25 gram: Rp 45.662.000

• 50 gram: Rp 91.245.000

• 100 gram: Rp 181.412.000

• 250 gram: Rp 453.265.000

• 500 gram: Rp 906.320.000

• 1.000 gram (1 kg): Rp 1.812.600.000

Semua harga tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 0,45% bagi pemegang NPWP, dan bisa lebih tinggi jika pembeli tidak menyertakan NPWP.

Hal ini penting untuk diperhatikan oleh investor, terutama yang ingin membeli dalam jumlah besar.

Tren penguatan harga emas ini tidak datang secara tiba-tiba. Pengamat pasar menilai bahwa beberapa faktor utama mendorong kenaikan tersebut, seperti:

1. Ketegangan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah dan Eropa Timur, yang menimbulkan ketidakpastian ekonomi internasional.

2. Pelemahan nilai tukar mata uang terhadap dolar AS, yang membuat emas sebagai aset alternatif makin diburu.

3. Prediksi inflasi yang belum terkendali di berbagai negara, yang membuat banyak investor beralih ke aset fisik sebagai pelindung nilai.

4. Kebijakan suku bunga bank sentral, yang mempengaruhi keputusan investasi besar terhadap emas.

Selain itu, meningkatnya literasi finansial di kalangan milenial dan Gen Z juga turut mendorong permintaan emas sebagai bentuk investasi yang dianggap lebih aman dan stabil dibanding instrumen lain yang lebih berisiko seperti kripto atau saham.

Pihak Antam sendiri terus memperkuat layanan digital dan distribusi untuk menjangkau lebih banyak konsumen, termasuk lewat pemesanan online dan kemasan emas gift series yang kini populer untuk kado atau koleksi.

Para ahli memperkirakan bahwa tren penguatan harga emas ini masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2025, seiring dengan meningkatnya ketidakpastian global serta kebijakan moneter yang agresif di berbagai negara.

Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk memantau pergerakan harga dan mempertimbangkan strategi investasi emas jangka menengah hingga panjang. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#investasi #emas antam #harga logam mulia #30 juli #harga emas batangan