Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Orang Terkaya RI September 2025: Prajogo Pangestu Tetap Raja, Pemilik Klub Serie A Como 1907 di Posisi 3

Tulus Widodo • Selasa, 30 September 2025 | 00:17 WIB
Deretan orang terkaya Indonesia edisi akhir September 2025 versi Bloomberg Billionaires Index.
Deretan orang terkaya Indonesia edisi akhir September 2025 versi Bloomberg Billionaires Index.

RADARTUBAN - Daftar orang terkaya Indonesia edisi akhir September 2025 versi Bloomberg Billionaires Index kembali mengguncang.

Nama-nama lama masih mendominasi, tapi ada bumbu menarik: pemilik klub Serie A Italia, Como 1907, mantap di posisi tiga besar!

Laporan terbaru Bloomberg (500 miliarder dunia) menyebut delapan taipan RI masuk daftar bergengsi itu. Dua di antaranya bahkan nangkring di Top 100 dunia.

Berikut hasil ngulik Radar Tuban: siapa naik, siapa nyungsep, dan siapa yang sukses mendiversifikasi sampai ke sepak bola Eropa.

Prajogo Pangestu: Raja Barito, Raja Dompet

Taipan Grup Barito ini makin tak tersentuh. Kekayaannya per akhir September tembus US$ 42,3 miliar (Rp 705,52 triliun) – naik 42,2 persen atau belasan miliar dolar AS hanya dalam sembilan bulan.

Prajogo kini duduk di kursi orang terkaya ke-47 dunia, sekaligus nomor satu Indonesia, jauh menyalip rival bebuyutannya, Low Tuck Kwong.

Low Tuck Kwong: Sultan Batu Bara Tergerus

Pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN) harus rela melorot. Harta Low Tuck Kwong menyusut 10,2 persen jadi US$ 25 miliar (Rp 416,97 triliun).

Ia tetap sultan batu bara, tapi turun ke peringkat 94 dunia, dan otomatis jadi runner-up di Indonesia.

Robert Budi Hartono: Konglomerat Djarum + Pemilik Como 1907

Ini yang bikin daftar 2025 makin seksi. Robert Budi Hartono, salah satu duo pemilik Grup Djarum, ternyata tak cuma menguasai rokok dan perbankan, tapi juga klub Serie A Italia Como 1907.

Meski kekayaannya turun 20,4 persen sepanjang 2025 jadi US$ 18 miliar (Rp 300,22 triliun), Hartono tetap bercokol di urutan 137 dunia dan ketiga di Indonesia.

Kombinasi bisnis rokok, perbankan, teknologi, plus sepak bola Eropa membuatnya figur unik di daftar ini.

Anthoni Salim: Indomie Sedunia, Hartanya Mengembang

Pemilik Grup Indofood dan Indomie ini mencatat kekayaan US$ 16,7 miliar (Rp 278,54 triliun), naik 29,4 persen atau US$ 3,8 miliar sepanjang 2025.

Menempati peringkat 150 dunia, Anthoni Salim jadi wajah industri makanan RI yang makin global.

Michael Bambang Hartono: Masih Fantastis Meski Menyusut

Saudara Robert Budi Hartono ini tetap miliarder papan atas dengan kekayaan US$ 16,4 miliar (Rp 273,53 triliun).

Namun harta Michael terkikis 21,7 persen tahun ini hingga konglomerat yang juga atlet bridge itu turun ke posisi 155 dunia.

Sukanto Tanoto: Raja RGE Tetap Tahan Banting

Pendiri Royal Golden Eagle ini duduk di peringkat 175 dunia dengan kekayaan US$ 15,4 miliar (Rp 256,85 triliun) meski terkikis 24,7 persen sepanjang 2025.

Dengan berbagai aset dan sumber kekayaan dari segala lini bisnis dari lintas negara.

Royal Golden Eagle merupakan sebuah konglomerat manufaktur global yang memiliki aset lebih dari US$ 35 miliar, berdasarkan data Bloomberg.

Otto Toto Sugiri: Bill Gates-nya Indonesia

Pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII) dan PT IndoInternet Tbk (EDGE) ini melejit tajam.

Kekayaannya melesat 531,9 persen jadi US$ 12,7 miliar (Rp 211,82 triliun).

Pengusaha yang disebut–sebut ‘Bill Gates-nya’ Indonesia itu kini ada di peringkat 240 dunia.

DCII merupakan penyedia layanan pusat data terbesar dan paling unggul di Indonesia.

Berdasarkan data Bloomberg, Otto Toto Sugiri juga merupakan salah satu pendiri PT IndoInternet Tbk (EDGE), penyedia layanan internet terpadu pertama di Indonesia.

Marina Budiman: Srikandi Data Center

Komisaris Utama DCII ini jadi miliarder teknologi perempuan RI. Kekayaannya US$ 9,4 miliar (Rp 156,78 triliun), tumbuh 550 persen sepanjang 2025 berkat saham DCII yang terbang 566 persen year to date.

Marina memiliki 23 persen saham secara langsung, berdasarkan laporan Bursa Efek Indonesia pada Juli 2025. Ia berada di urutan 373 dunia dan ke-8 Indonesia.

Wajah Baru Konglomerasi Indonesia

Daftar terbaru ini memperlihatkan wajah baru konglomerasi Indonesia: tak cuma energi dan makanan, tapi juga data center dan bahkan sepak bola Serie A.

Nama Robert Budi Hartono dengan Como 1907 jadi contoh bagaimana miliarder RI menggarap panggung global di luar bisnis tradisionalnya.

Kalau tren ini berlanjut, daftar orang terkaya edisi 2026 bisa lebih “internasional” lagi.

Kita tunggu, siapa lagi konglomerat RI yang akan mengibarkan bendera merah putih di panggung olahraga dunia? (*)

Editor : Amin Fauzie
#versi Bloomberg #september 2025 #prajogo pangestu #orang terkaya indonesia #Low Tuck Kwong #Robert Budi Hartono