Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Sandiaga Uno Ungkap Strategi Rahasia Membangun Bisnis yang Tetap Tumbuh Meski Tanpa Founder di Dalamnya

Imanda Najwa Kirana Dewi • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 20:57 WIB
Sandiaga Uno ajarkan cara membangun bisnis mandiri dengan nilai integritas dan sistem berkelanjutan.
Sandiaga Uno ajarkan cara membangun bisnis mandiri dengan nilai integritas dan sistem berkelanjutan.

RADARTUBAN –  Di masa kini, banyak sekali anak muda yang berkeinginan menjadi seorang pengusaha. Kendati demikian, menjadi membangun bisnis tidaklah mudah. 

Tokoh publik Sandia Uno dalam podcast bersama Raditya Dika membagikan pengalamannya. Baik dalam membangun bisnis hingga bagaimana cata memprtahankan bisnis tanpa ketergantungan pada sosok pendirinya.

Menurut Sandiaga, integritas adalah fondasi utama kepemimpinan, sementara strategi scale up yang baik adalah yang membuat bisnis tetap berjalan meski pendirinya tidak lagi terlibat penuh.

“Kalau bisnis bergantung pada kamu terus, berarti kamu belum benar-benar scale up,” tegasnya.

Baca Juga: Buka Bisnis Siomay, Keluarga Syahrini Dituding Comot Foto Milik Chef Devina Tanpa Izin

Strategi Skala Bisnis: Lepas dari Bayang-Bayang Founder

Menanggapi kegelisahan Raditya Dika yang mengaku bisnis medianya masih terlalu bergantung pada dirinya. Sandiaga pun mencontohkan model bisnis waralaba (franchise) yang diterapkan oleh KFC, 

Sebagaimana diketahui bahwa KFC berada di tangan Colonel Sanders. Dimana brand dan sistem berjalan secara mandiri tanpa kehadiran sang pendiri di tiap cabang.

Untuk industri media, ia memperkenalkan konsep “library konten” — membangun katalog karya yang terus menghasilkan pendapatan bahkan ketika kreatornya tak lagi aktif.

“Pendapatan harus tetap berputar, meski waktumu tidak ikut berputar di dalamnya,” pesannya.

Suksesi Pemimpin: Dirancang Sejak Awal

Sebagai pengusaha yang juga berpengalaman di pemerintahan, Sandiaga menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan tidak boleh ditunda hingga pemimpin siap mundur.

“Setiap CEO baru di perusahaan saya harus segera menyiapkan calon penggantinya,” ungkapnya.

Namun, ia menegaskan bahwa dari sekian banyak kriteria, integritas tetap menjadi nilai tertinggi.

“Integritas itu tidak bisa dibuat-buat. Ia terlihat dari keputusan-keputusan kecil yang diambil seseorang setiap hari,” ujarnya.

Bisnis vs Birokrasi: Dua Dunia yang Berbeda

Sandiaga juga menyoroti perbedaan mendasar antara dunia bisnis dan birokrasi yang sempat ia jalani.

“Kalau di bisnis, keberhasilan diukur dari efisiensi biaya. Tapi di birokrasi, ukuran keberhasilan justru dari seberapa besar anggaran terserap,” katanya dengan nada kritis.

Menurutnya, budaya semacam itu sering kali membuat anggaran digunakan tanpa memperhatikan dampak nyata.

“Harusnya yang diukur bukan seberapa cepat uang dihabiskan, tapi seberapa besar manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Kolaborasi, Bukan Kompetisi

Saat Raditya Dika menyinggung soal rencana menghidupkan kembali kanal YouTube-nya, Sandiaga memberi saran agar fokus pada value proposition, menghadirkan konten yang punya nilai, makna, dan dampak nyata.

Ia menambahkan, dunia kreatif modern membutuhkan kolaborasi lintas bidang.

“Kalau dulu kita bilang Content is King, sekarang saya bilang, Collaboration is King,” ujarnya penuh semangat.

Dari Komedi hingga Kepemimpinan Berintegritas

Menariknya, di akhir perbincangan, Raditya Dika membuka sisi personalnya.

Ia mengaku bahwa dunia komedi yang membesarkannya justru lahir dari keinginan untuk melawan sifat introvertnya.

“Dulu saya bikin lelucon supaya punya teman. Lucunya, dari situ malah jadi karier,” ujarnya sambil tertawa.

Sandiaga kemudian menutup dengan refleksi pribadi. Kini ia tengah fokus pada impact-driven investing dan mentoring generasi muda, agar mereka mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menjadi pemimpin yang berintegritas.

“Bagi saya, kesuksesan bukan lagi tentang berapa banyak yang kita miliki, tapi berapa banyak yang bisa kita berikan,” pungkasnya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#bisnis #sistem bisnis modern #integritas #pengusaha #sandiaga uno