RADARTUBAN – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis pada perdagangan Rabu (4/2).
Sempat tertekan hebat dan terkoreksi lebih dari 2 persen pada awal sesi, IHSG secara mengejutkan mampu bangkit dan kembali menguat menjelang penutupan perdagangan.
Hingga pukul 15.25 WIB, IHSG tercatat menguat 0,12 persen ke level 8.135. Aktivitas perdagangan terbilang masif, dengan nilai transaksi mencapai Rp21,7 triliun.
Pemulihan tajam ini menjadi sorotan pelaku pasar, mengingat tekanan jual sempat mendominasi sejak pembukaan.
Baca Juga: IHSG Tertekan di Zona Merah, Airlangga Sebut FOMO Investor Ritel Picu Tekanan Jual Saham
Kepastian Regulasi Jadi Katalis Positif
Salah satu faktor fundamental yang menopang pergerakan positif IHSG datang dari kebijakan regulator.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui anggota Dewan Komisioner Hasan Fauzi mengonfirmasi pembentukan tim khusus untuk mendampingi emiten dalam penerapan aturan free float minimum 15 persen.
Langkah ini dinilai memberi kepastian regulasi sekaligus mengurangi kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi tekanan saham akibat kebijakan tersebut.
Baca Juga: Pasar Saham Malaysia Diprediksi Dilirik Investor Asing 2026, IHSG Indonesia Alami Koreksi Tajam
Data PMI Perkuat Optimisme Investor
Dari sisi makroekonomi, penguatan IHSG turut ditopang oleh rilis Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia periode Januari 2026 yang berada di level 52,6.
Angka ini meningkat dibanding bulan sebelumnya dan menandai fase ekspansif industri manufaktur nasional selama enam bulan berturut-turut.
Kondisi ini memperkuat keyakinan investor bahwa fundamental ekonomi domestik tetap solid dan tangguh di tengah ketidakpastian global.
Outflow Asing Mulai Mereda
Ketua Umum Perkumpulan Analis Efek Indonesia, David Sutianto, menilai tekanan dari investor asing mulai berkurang. Aliran modal keluar (outflow) terpantau melambat, sementara investor asing cenderung bersikap netral sambil menghitung ulang peluang masuk kembali ke sektor-sektor strategis.
Valuasi saham domestik yang dinilai semakin kompetitif menjadi salah satu daya tarik utama.
IHSG Tahan Guncangan Global
Di saat bursa global, khususnya Amerika Serikat, mengalami pelemahan akibat koreksi saham-saham teknologi raksasa, IHSG justru menunjukkan resiliensi yang kuat. Stabilitas ekonomi domestik dinilai masih menjadi magnet utama bagi investor.
Analis mengimbau investor tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek.
Namun, dengan fundamental ekonomi yang berada pada jalur ekspansi, prospek pertumbuhan jangka panjang pasar modal Indonesia dinilai masih menjanjikan. (*)
Editor : Hardiyati Budi Anggraeni