Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Daftar Taipan Indonesia 2026 Berubah Drastis, Sukanto Tanoto Kini Jadi Konglomerat Paling Tajir 

Tulus Widodo • Kamis, 21 Mei 2026 | 18:59 WIB
Sukanto Tanoto jadi orang terkaya Indonesia 2026 versi Bloomberg. (sukantotanoto.com)
Sukanto Tanoto jadi orang terkaya Indonesia 2026 versi Bloomberg. (sukantotanoto.com)

RADARTUBAN – Peta kekayaan para konglomerat Indonesia kembali berubah drastis pada 2026.

Setelah beberapa tahun terakhir nama Prajogo Pangestu mendominasi daftar orang terkaya nasional, kini posisi puncak resmi direbut oleh Sukanto Tanoto.

Berdasarkan data Bloomberg Billionaires Index per 17 Mei 2026 yang dirilis Warta Ekonomi, kekayaan Sukanto Tanoto ditaksir mencapai Rp 422,4 triliun. 

Angka tersebut mengantarkan bos Royal Golden Eagle (RGE) itu menjadi orang terkaya Indonesia tahun ini.

Sementara Prajogo Pangestu harus turun ke posisi kedua dengan estimasi kekayaan Rp 373,1 triliun.

Baca Juga: Gen Z dan Kekayaan Global: Dari Tahta Konglomerat Lama sampai Mesin Uang Digital

Pertarungan Taipan Indonesia Semakin Sengit

Perubahan posisi ini bukan sekadar angka di atas kertas. Di baliknya ada pertarungan bisnis raksasa yang dipengaruhi harga komoditas global, pergerakan pasar saham, hingga ekspansi industri lintas negara.

Sukanto Tanoto dikenal sebagai pengendali grup bisnis besar berbasis sumber daya alam dan industri. 

Kenaikan valuasi bisnisnya di tengah perubahan ekonomi global menjadi faktor utama lonjakan kekayaan tersebut.

Di sisi lain, Prajogo Pangestu masih tetap menjadi salah satu pemain terbesar Indonesia, terutama lewat dominasi bisnis energi dan petrokimia.

Nama-Nama Lama Masih Bertahan

Meski posisi puncak berubah, beberapa nama lama tetap bertahan di jajaran elite taipan nasional. 

Bos Bayan Resources, Low Tuck Kwong berada di posisi ketiga dengan kekayaan Rp 276,3 triliun.

Kemudian ada bos Djarum, Budi Hartono di posisi keempat dengan Rp 246,4 triliun dan Anthoni Salim dengan Rp 225,3 triliun berada di posisi kelima.

Nama lain seperti Dato Sri Tahir (Rp 181,3 triliun), Otto Toto Sugiri (Rp 150,8 triliun) , hingga Sri Prakash Lohia (Rp 137,8 triliun)  juga masih masuk daftar elite orang terkaya Indonesia tahun ini.

Menariknya, daftar 2026 memperlihatkan semakin kuatnya pengaruh sektor energi, teknologi, hingga industri berbasis komoditas dalam membentuk kekayaan para konglomerat nasional.

Kekayaan Bergerak Secepat Pasar

Daftar orang terkaya saat ini tidak lagi stabil seperti era lama. Nilai kekayaan para taipan bisa berubah cepat hanya dalam hitungan bulan akibat fluktuasi harga saham dan gejolak ekonomi global.

Karena itu, posisi puncak kini terasa lebih seperti arena balapan ketimbang singgasana permanen.

Satu hal yang semakin jelas terlihat: di tengah ketidakpastian ekonomi dunia, para konglomerat Indonesia justru terus menemukan cara memperbesar kerajaan bisnis mereka. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#konglomerat indonesia #sukanto tanato #kekayaan #prajogo pangestu