Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Harta Prajogo Pangestu Menyusut Rp 258 Triliun Sepanjang 2026, Saham Grup Barito Jadi Sorotan

Tulus Widodo • Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:40 WIB
Harta Prajogo Pangestu Anjlok Rp 258 Triliun. (Dok.  Barito Pacific)
Harta Prajogo Pangestu Anjlok Rp 258 Triliun. (Dok. Barito Pacific)

RADARTUBAN – Tekanan besar yang menghantam saham-saham Grup Barito mulai memukul keras kekayaan taipan energi dan petrokimia Indonesia, Prajogo Pangestu. Dalam hitungan bulan, nilai hartanya menyusut sangat dalam hingga ratusan triliun rupiah.

Data Forbes Real Time Billionaires per 20 Mei 2026 mencatat total kekayaan Prajogo kini tersisa USD 14 miliar atau sekitar Rp 247,8 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.700 per dolar Amerika Serikat.

Angka itu turun sekitar USD 2,5 miliar atau setara Rp 44,25 triliun hanya dalam sehari. Jika dihitung secara tahunan sejak awal 2026, penyusutan kekayaannya bahkan mencapai sekitar USD 14,6 miliar atau setara Rp 258,4 triliun.

Penurunan drastis tersebut membuat posisi Prajogo melorot tajam ke peringkat 211 orang terkaya dunia versi Forbes.

Baca Juga: Saham Prajogo Pangestu Terdepak dari MSCI, Pasar Modal Indonesia Kembali Diguncang Tekanan Asing

Dari Raja Orang Kaya Indonesia Kini Terlempar dari 100 Besar Dunia

Pada awal 2026, Forbes masih menempatkan Prajogo sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai USD 28,6 miliar atau sekitar Rp 506,2 triliun. Saat itu, namanya masih bertengger di jajaran 100 besar orang terkaya dunia.

Namun situasi berubah cepat setelah saham-saham yang terafiliasi dengan Grup Barito mengalami tekanan hebat di pasar modal.

Investor mulai mencermati tingginya volatilitas saham sektor energi dan petrokimia, terutama emiten-emiten yang sebelumnya sempat melesat agresif dalam beberapa tahun terakhir.

Koreksi tajam harga saham otomatis menggerus valuasi aset para pemegang saham pengendali. 

Termasuk Prajogo Pangestu yang memiliki kepemilikan besar di sejumlah perusahaan Grup Barito.

Sentimen Pasar Masih Berat

Tekanan terhadap saham Grup Barito juga memperlihatkan bagaimana pasar saat ini semakin sensitif terhadap faktor fundamental, likuiditas perdagangan, hingga sentimen global.

Analis menilai, kondisi ini menjadi pengingat bahwa lonjakan kapitalisasi pasar yang terlalu cepat tetap menyimpan risiko koreksi dalam ketika sentimen berubah arah.

Di sisi lain, gejolak tersebut turut menjadi perhatian pelaku pasar domestik karena saham-saham Grup Barito selama ini memiliki pengaruh cukup besar terhadap pergerakan indeks dan minat investor ritel.

Meski demikian, para investor masih menunggu bagaimana strategi bisnis dan langkah ekspansi Grup Barito ke depan untuk mengembalikan kepercayaan pasar di tengah tekanan yang belum sepenuhnya mereda. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#grup barito #kekayaan #saham #prajogo pangestu