Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Rupiah Menguat Tipis ke Rp 17.922 per Dolar AS di Tengah Efisiensi MBG

Ika Nur Jannah • Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:43 WIB
Rupiah sentuh Rp 17. 922 per Dolar AS. (Pinterest.com)
Rupiah sentuh Rp 17. 922 per Dolar AS. (Pinterest.com)

RADARTUBAN - Nilai tukar rupiah di pasar spot menguat tipis pada penutupan perdagangan Jumat (26/6). 

Hal tersebut disebabkan Mata uang Garuda terapresiasi 21 poin atau 0,12 persen ke level Rp 17.922 per dolar Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, rupiah sempat ditekan dan nyaris menyentuh Rp 18.000 per dollar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah pada pagi hari tercatat melemah 48 poin atau 0,27 persen ke level Rp 17.991 per dolar AS.

Analis mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar merespons langkah positif pemerintah yang mempertimbangkan efisiensi dan pengurangan anggaran lebih lanjut untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, kebijakan itu ditujukan untuk menjaga fiskal negara.

Baca Juga: Rupiah Nyaris Rp 17.000 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Optimistis Nilai Tukar Segera Menguat

Dalam APBN 2026, anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) untuk program MBG juga telah disesuaikan. 

Pagu anggaran MBG dipangkas dari rencana awal Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun, lalu kembali mengalami penajaman menjadi sekitar Rp 228,38 triliun.

"Berdasarkan penyesuaian terbaru, alokasi tersebut kembali mengalami penajaman atau pemotongan menjadi Sekitar Rp 228, 38 triliun,"Kata Ibrahim.

Pemerintah juga menilai potongan tambahan hingga Rp 50 triliun guna memperkuat kondisi keuangan.

Sepanjang perdagangan hari itu, rupiah bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup menguat tipis. Kondisi ini menunjukkan pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah dan dampaknya terhadap sentimen pasar keuangan. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#dolar amerika serikat #Mbg #nilai tukar rupiah #efisiensi anggaran