Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Marissa Haque: Seharusnya Banyak Produk Halal Indonesia Masuk Jepang

Dwi Setiyawan • Selasa, 3 Oktober 2023 | 18:03 WIB
Photo
Photo

RADARTUBAN-Kenaikan jumlah muslim di Jepang seharusnya dikuti dengan banyaknya produk halal buatan Indonesia yang masuk ke negara Negeri Sakura tersebut.


“Peluang lain, karena muslim di Jepang itu ‘kan growing meskipun belum satu persen, produk halal kita bisa masuk di sini,” kata Pembina Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (Ipemi) Marissa Haque dalam kunjungannya di Tokyo, Senin (2/10), sebagaimana dikutip dari Antara.


Dia mengatakan, untuk mengetahui peluang bisnis produk halal, dirinya telah mengunjungi berbagai pusat kegiatan muslim di Jepang. Di antaranya, Masjid Tokyo Camii di Tokyo, Masjid Tsukuba di Prefektur Ibaraki, dan Chiba Islamic Cultural Center (CICC) di Prefektur Chiba.


Artis terkenal di era 90-an itu mengatakan, peluang yang bisa dimanfaatkan adalah kerja sama sertifikasi halal yang saat ini lebih banyak menggandeng negara Malaysia, Taiwan, Korea Selatan, Arab Saudi.


“Indonesia juga punya MUI (Majelis Ulama Indonesia). Kita punya kesamaan standar itu, kenapa harus impor dari negara lain,” kata anggota Dewan Kehormatan Ipemi Jepang itu.


Marissa mengakui standar dan peratura pengolahan di Jepang yang amat ketat masih sulit ditembus produsen-produsen dari Indonesia. Khususnya buah, sayur dan daging.
Berdasar pengamatan di lapangan, kata dia, sebagian besar daging halal di Jepang, seperti ayam dan bebek potong serta daging tanpa tulang (fillet) didatangkan dari Brazil.
Sementara, untuk sapi banyak dari Australia. Untuk buah-buahan tropis, sebagian besar diimpor dari Malaysia dan Filipina atau negara-negara di Amerika Selatan.


“Memang kita kalau mau masuk, mesti mengisi kesenjangan yang ada ini, standarnya harus diikuti,” kata istri penyanyi Ikang Fawzi itu.


Marissa mencontohkan, orang yang bertugas melakukan pemotongan sapi di Kobe harus memenuhi standar tertentu guna menjaga kelezatan serta kualitas daging tersebut.
Marissa menyebut masih banyak peluang yang bisa diambil pengusaha UMKM Indonesia.
Khususnya untuk pasar masyarakat Asia Tenggara di Jepang. Itu karena masih memiliki kesamaan preferensi rasa dan selera.


“Ipemi Sumatra Barat sudah mulai memasok jengkol dan pete untuk warga Myanmar dan Kamboja di Jepang. Kalau daging-dagingan sulit, kita bisa bergerak di situ, seperti kering tempe, keripik atau kerupuk,” katanya.


Penasihat Ipemi Jepang Nuning Akhmadi juga berharap Ipemi Jepang dapat merangkul lebih banyak pelaku usaha, terutama berskala kecil dan menengah untuk dapat berkembang.


“Ipemi Jepang masih punya potensi besar untuk mengajak warga Indonesia yang sudah mampu berusaha dengan lebih baik sesuai dengan peraturan di Jepang,” katanya.(ds)

Editor : Kifani Amalija Putri
#makanan indonesia #produk halal #UMKM #jepang #Marissa Haque