RADARTUBAN- Setelah menyampaikan pidato kemenangan lembaga survei perhitungan cepat atau quick count di Istora, Senayan, Jakarta, Rabu (14/2) malam, hubungan Prabowo dengan Titiek Soeharto disorot di media sosial.
Tidak sedikit yang mengatakan bahwa keduanya tidak benar-benar bercerai.
“Mereka belum cerai kyknya bg cuma di pisahkan keadaan aja,” ketik akun TikTok @ajinomoto_55.
Dikutip dari buku Jejak Perlawanan Begawan Pejuang karya Soemitro Djojohadikusumo, ayah Prabowo yang ditulis jawapos.com, Titiek merupakan murid Soemitro Djojohadikusumo, ekonom dan politikus.
Prabowo bertemu Titiek, putri Presiden Soeharto ketika menjadi murid Soemitro yang tak lain ayah kandungnya.
Setelah pertemuan tersebut, Prabowo dan Titiek mulai menjalin hubungan asmara selama dua tahun.
Soemitro mendukung hubungan putranya dengan Titiek.
Dia bahkan berpesan kepada Prabowo untuk serius dan melangkah ke jenjang pernikahan.
Prabowo didampingi Soemitro datang ke kediaman Soeharto untuk meminang Titiek. Soeharto pun menerima
Tien, istri Soeharto juga sangat bahagia dengan lamaran tersebut.
Prabowo dan Titiek menikah pada 8 Mei 1983 di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Pernikahan mereka digelar dengan megah dan menggunakan adat Jawa.
Saksi pernikahan dari pihak Soeharto, Umar Wirahadikusumah, wakil presiden Indonesia saat itu.
Sedangkan saksi dari Soemitro adalah M. Jusuf, ketua Badan Pemeriksa Keuangan dan mantan panglima ABRI.
Dari pernikahan Prabowo-Titiek, lahir Ragowo Hedi Prasetyo atau yang akrab disapa Didit Prabowo.
Didit lahir di Jakarta pada 22 Maret 1984.
Didit besar di Boston, Amerika Serikat, kemudian pindah ke Paris, Prancis.
Didit memiliki bakat di bidang desain dan mode.
Dia menempuh pendidikan di Parsons School of Design, New York dan École Parsons à Paris.
Kini, dia menggeluti sebagai desainer atau perancang busana.
Pernikahan Prabowo dan Titiek tidak berlangsung lama.
Pada 1998, keduanya resmi bercerai.
Perceraian mereka dipicu situasi politik yang memanas pada akhir masa pemerintahan Soeharto.
Mulanya, pada 1995, hubungan antara keluarga Soemitro dan Soeharto mulai merenggang.
Pemicunya, sikap kritis Soemitro terhadap kebijakan Soeharto.
Salah satu kritik Soemitro yang membuat Soeharto marah adalah terkait dugaan korupsi dalam dana pembangunan.
Ketegangan antara keluarga Soemitro dan Soeharto semakin memuncak pada 1998, ketika terjadi krisis ekonomi, politik, dan sosial yang mengguncang Indonesia.
Pada 21 Mei 1998, Soeharto mengundurkan diri dari jabatan presiden setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak, termasuk mahasiswa yang menduduki gedung MPR/DPR.
Keluarga Soeharto menyalahkan Prabowo, yang saat itu menjabat sebagai panglima Kostrad.
Mereka menuduh Prabowo tidak melakukan tindakan untuk menghalau mahasiswa, bahkan terlibat dalam upaya menjatuhkan Soeharto.
Bersamaan itu, Prabowo dan Titiek mengakhiri hubungan.
Mereka bercerai bukan karena tidak saling mencintai, namun karena keadaan yang memaksa mereka untuk berpisah.
Meskipun sudah bercerai, Prabowo dan Titiek tetap menjaga hubungan baik dan silaturahmi.
Keduanya masih sering bertemu dalam berbagai kesempatan, baik yang bersifat pribadi maupun politik.
Baik Prabowo maupun Titiek tidak menikah lagi setelah lebih dari 25 tahun bercerai.
Keduanya masih menyimpan kenangan indah di masa lalu.
Mereka juga masih saling mendukung dan menghormati satu sama lain.(ds)
Editor : Kifani Amalija Putri