RADARTUBAN – Selasa (2/7) merupakan hari ke-19 penayangan film Ipar Adalah Maut sejak film tersebut pertama kali dirilis pada 13 Juni lalu.
Dikutip dari akun resmi Instagram Ipar Adalah Maut, pada hari itu jumlah penontonnya tercatat 3.811.423 orang.
Sebelumnya, dirilis jumlah penonton film Ipar Adalah Maut pada hari ke-17 berjumlah
3.517.359 orang atau rata-rata naik sekitar 146.000 per hari sejak update terakhir.
Angka ini menunjukkan penurunan dari rata-rata penonton per hari sejak awal update, yakni sekitar 196.000 orang.
Update penurunan jumlah penonton tersebut mendapat tanggapan beragam dari warganet.
Terutama karena adanya spoiler atau bocoaran ilegal film yang diunggah di media-media sosial, seperti Facebook, Tiktok, dan Instagram.
Pelaku spoiler ilegal yang menampilkan potongan-potongan ilegal film tersebut tidak lain adalah penonton yang tidak bertanggung jawab.
“Update penonton semakin menurun, please jangan ada yang spoiler dan rekam. Kasian yang penasaran jadi gak penasaran lagi,” tulis akun @mahdi.rhmd10 di postingan akun resmi Instagram Ipar Adalah Maut.
Jumlah penonton yang melakukan pelanggaran hukum tersebut tentu tidak sedikit.
Hal ini membuktikan banyaknya potongan yang tersebar, bahkan sampai dibuat per bagian film.
@ariesbryan dalam komentar akun Instagram-nya menyampaikan kekesalannya terhadap spoiler ilegal film Ipar Adalah Maut tersebut.
“Kalau saja gak ada manusia-manusia kotor yang tega buat spoiler film ini berjilid-jilid, pastinya angka penonton di bioskop udah tembus 5 jutaan!!!”
Sejauh ini, Manoj Punjabi, produser sekaligus tim produksi telah memberikan imbauan terkait maraknya peredaran rekaman ilegal tersebut.
Dalam postingannya, Manoj mengunggah poster peringatan undang-undang yang mengatur pembajakan film.
Secara gamblang dijelaskan bahwa merekam film di bioskop adalah tindakan pembajakan dan akan diproses secara hukum.
Deva Mahendra yang memainkan peran Aris juga menyampaikan komentarnya melalui cuitan akun X-nya.
“Menyukai suatu film tidak lantas menghalalkanmu merekam adegan demi adegam lalu diunggah ke media sosial, ya. Cukup bagikan kesanmu: suka, maupun sebaliknya. Dorong Mas Aris ke jurang dengan dorong film Indonesia ke puncaknya,” ungkapnya prihatin. (*)
Editor : Amin Fauzie