RADARTUBAN-Bukan grup musik Koes Plus kalau tak mampu mengangkat hal-hal remeh menjadi sebuah lagu.
Dari hal yang remeh, lahirlah lagu-lagu Koes Plus yang tidak hanya enak didengarkan, namun juga memiliki makna filosofis yang mendalam.
Salah satu mahakarya Koes Plus tersebut, lagu pop keroncong berjudul Penyemir Sepatu yang dirilis pada 1976.
Pada lagu tersebut, personel grup musik legendaris kelahiran Tuban itu memotret penyemir sepatu, sosok pekerja strata rendah.
Dalam penelitiannya, Akademisi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pelita Harapan (UPH) Tangerang mendeskripsikan gaya bahasa dan penyiasatan struktur lirik lagu tersebut.
‘’Penyemir sepatu berhasil dianggunkan melalui sebuah lagu dengan penghalusan pengungkapan seperti mencari cahaya hidup sendiri,’’ tulis akademisi UPH di laman ojs.uph.edu mengutip sepenggal lirik lagu tersebut.
Dalam penelitian tersebut, juga diungkapkan gaya bahasa yang digunakan Koes Plus.
Juga penyiasatan struktur bahasanya.
Itu menandakan keseriusan pengarang dalam menyampaikan gagasan-gagasan estetika seni.
Dari analisis lagu tersebut, diungkapkan pencipta menggunakan gaya bahasa personifikasi, metafora, hiperbola, eufemisme, dan paradoks.
Sedangkan gaya bahasanya repetisi, paralelisme, dan inversi.
‘’Penyiasatan struktur tersebut bertujuan memberikan efek estetika, mencapai kepenuhan metrum, dan untuk memperkuat pesan kepada masyarakat,’’ tulis kesimpulan lagu tersebut.
Dalam lagu tersebut juga tersirat pesan metafora yang mengajak pendengar untuk merenungkan lebih mendalam.
Sebuah masterpiece lagu legendaris dan tak lekang digerus zaman.
Berikut lirik lagu Penyemir Sepatu:
Ku selalu bertemu oh selalu
Penyemir sepatu yang di depan pintu yang sedang menunggu
Ku lihat di sana oh gembira
Sepatu ditangannya digosok merata berkilau kulitnya
Dari pagi dia mencari cahaya hidup sendiri
Tak akan tergilas walaupun terlintas dikiranya malas
Bila malam tiba oh lihatlah
Semua tutup pintu penyemir sepatu pulang satu satu
Bila malam tiba oh lihatlah
Semua tutup pintu penyemir sepatu pulang satu satu. (*)