Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Tiga Bulan Dijebloskan ke Penjara, Personel Koes Plus Tak Dendam kepada Presiden Soekarno

Dwi Setiyawan • Rabu, 21 Agustus 2024 | 15:45 WIB
Personel Koes Bersaudara, cikal bakal Koes Plus dijebloskan ke penjara selama tiga bulan.
Personel Koes Bersaudara, cikal bakal Koes Plus dijebloskan ke penjara selama tiga bulan.

RADARTUBAN-Pada era 1965, Presiden Soekarno menjebloskan personel Koes Bersaudara, cikal bakal grup musik Koes Plus ke penjara.

Personel grup musik legendaris kelahiran Tuban, Jawa Timur tersebut dijebloskan ke penjara dan menghuni Lapas Glodok Jakarta selama tiga bulan tanpa menjalani persidangan.

Apakah personel gruk musik tersebut dendam dengan Presiden Soekarno?

‘’Bagi keluargaku, kita mengakui Presiden Soekarno sebagai pemimpin yang besar. Kaliber dunia. Buat apa dendam?’’ kata Yok Koeswoyo, salah satu personel Koes Plus.

Yok Koeswoyo mengungkapkan hal itu pada wawancara YouTube Kick Andy berjudul Mengapa Koes Bersaudara Dimasukkan ke Dalam Penjara yang tayang pada 28 Februari 2021.

Yok menceritakan, ketika itu Indonesia tengah konfrontasi dengan Malaysia.

Pada masa tersebut, kata dia, Presiden Soekarno tidak suka dengan neokolonialisme.

‘’Kita didedungkan, tidak suka dengan pemerintahan. Jangan seperti saudara-saudaramu Koes Bersaudara, ngak ngik ngok. Elvis-Elvisan (Elvis Presley, Red),’’ ujarnya mengutip pidato presiden di depan GMNI.

Dia menyampaikan tujuan presiden menggaungkan hal tersebut agar didengarkan, seolah Koes Bersaudara memusuhi dan kemudian ditangkap.

Yohanan Didik Yuwono, salah satu pendiri komunitas Koes Plus di Tuban mengatakan, ketika terjadi konfrontasi Ganyang Malaysia, Koes Bersaudara menjadi agen intelijen Indonesia di Malaysia.

Koes Bersaudara berangkat ke negeri jiran tersebut atas instruksi Soekarno.

Berbekal popularitas, grup legendaris ini diplot sebagai provokator.

‘’Namun, aksi intelijen tersebut terendus. Koes Bersaudara nyawanya terancam. Menjadi buron intelijen dunia, sehingga pulang lagi ke Indonesia,’’ tuturnya.

Begitu sampai di Indonesia, demi menjaga keselamatan Koes Bersaudara, Presiden
Soekarno memerintahkan personel-personel Koes Plus masuk penjara.

Menurut dia, jeruji besi adalah tempat paling aman saat itu. (*)

Editor : Dwi Setiyawan
#grup musik legendaris #dijebloskan ke penjara #koes plus #buron #kelahiran Tuban #intelijen