Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Dua Lagu Koes Plus Ini Mengandung Petuah Luhur Jawa dari Sunan Bonang, Ini Makna dan Liriknya

Dwi Setiyawan • Senin, 16 September 2024 | 16:15 WIB
Lagu Nusantara 1 Koes Plus diciptakan Tonny Koeswoyo dan dipopulerkan pada 1972.
Lagu Nusantara 1 Koes Plus diciptakan Tonny Koeswoyo dan dipopulerkan pada 1972.

RADARTUBAN - Sebagian lagu-lagu Koes Plus mengandung petuah luhur Jawa yang filosofis.

Salah satu rujukan Koes Plus adalah kesusastraan Jawa yang tinggi, terutama tembang-tembang macapat yang digunakan media dakwah Sunang Bonang dan muridnya, Sunan Kalijaga.

Itu setidaknya terlihat dari dua lirik lagu Koes Plus berjudul Pak Bayan dan Bido- Bido Dadamu Putih.

Dua lagu tersebut memasukkan lirik kata; ning-nong-ning-gung.

Dikutip dari santridesa.com, Sunan Bonang dan Sunan Kalijaga menggunakan pendekatan kesenian dan budaya dalam berdakwah.

Selain tembang, Sunan Bonang adalah peletak dasar gamelan.

Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong.

Musik yang tercipta pada gamelan berasal dari paduan bunyi gong, kenong, dan alat musik Jawa lainnya.

Irama musik umumnya lembut dan mencerminkan keselarasan hidup, sebagaimana prinsip hidup yang dianut masyarakat Jawa pada umumnya.

Gamelan Jawa berupa kempul atau kenong, bonang, dan gong menimbulkan bunyi; nang-ning-nung neng-gung.

Suara dalam gamelan tidak hanya menjadi suara yang menjadi indah nan lembut, namun menjadi perilaku dan falsafah hidup dalam mencari Tuhan yang sejati.

Dalam suara gamelan ada sebuah laku untuk menuju dan menyatu makhluk dengan Rabb-nya.

Kemudian laku itu dikiaskan dalam bunyi atau suara nang-ning-nung-neng-gung.
Nang artinya wenang atau tenang. Nang mengajarkan seseorang berusaha untuk sadar diri dengan rutin melakukan tirakat.

Ning artinya wening atau hening. Artinya manusia berusaha mengheningkan. Kemudian manusia lebih banyak mengamati daripada berbicara.

Nung artinya kenungan. Ketika manusia bisa melakukan nang dan ning, maka akan menjadi nung, atau punya rasa empati yang tinggi.

Dampaknya manusia akan berperilaku konstruktif dan hidupnya selalu bermanfaat untuk orang banyak.

Neng artinya heneng berarti ketenangan, tapi neng tidak sama dengan nang atau wenang atau tenang.

Heneng berarti puncak dari tawakkal (berserah diri), kemerdekaan dan kebebasan diri seseorang.

Jika wenang atau tenang itu berarti awal mula dan prosesnya, maka heneng di sini adalah tujuan dan hasilnya.

Karena itulah, pada tahapan setelah nang, ning dan nung, bisa dilalui seseorang.

Bisa dikatakan bahwa jika sudah sampai di titik ini adalah dikenal sebutan nafsul muthmainnah (jiwa yang tenang).

Yang terakhir adalah gung artinya agung, keagungan, atau kemuliaan.

Ini adalah puncak dari perjalanan. Manusia mengenal siapa dirinya.

Dengan mengenal diri, maka akan mengerti siapa Tuhannya (gung).

Karena itulah manuia bisa hidup mulia dengan memberikan manfaat untuk seluruh makhluk dan alam semesta (rahmatan lil `alamiin).

Dengan begitu, manusia bisa meraih kehidupan yang sejati, selalu merasa kecukupan, tenteram lahir batin, dan tetap menemukan keberuntungan dalam hidupnya.

Pada tahapan inilah seseorang baru menemukan jawaban yang benar tentang siapadirinya dan siapa pula Tuhannya yang sejati.

Berikut lirik lagu Pak Bayan:


Senin, Seloso, Rebo, jare seneng entuk jodo
Kemis, Jumat, Sabtu, udan grimis ngajak turu
Minggu, Senen, Seloso, ngguya-ngguyu gelar kloso
Rebo, Kemis, Jumat, nduwe bojo wis mufakat
Ning-nong-ning-gung, Pak Bayan
Nek wis kadung pasangan
Sego jagung ora doyan
Ojo bingung golek pangan
Iwak pitik ora ndulet
Cik ben sitik ora medit
Sabtu, Minggu, Senen, wis setuju dadi manten
Seloso, Rebo, Kemis, jo dipekso mundak nangis
Jumat, Sabtu, Minggu, sing mufakate ndok restu
Senen, Seloso, Rebo, jare seneng entuk jodo
Ning-nong-ning-gung, Pak Bayan
Nek wis kadung pasangan
Sego jagung ora doyan
Ojo bingung golek pangan
Iwak pitik ora ndulet
Cik ben sitik ora medit
Wuw!
Senin, Seloso, Rebo, jare seneng entuk jodo
Kemis, Jumat, Sabtu, udan grimis ngajak turu
Minggu, Senen, Seloso, ngguya-ngguyu gelar kloso
Rebo, Kemis, Jumat, nduwe bojo wis mufakat
Ning-nong-ning-gung, Pak Bayan
Nek wis kadung pasangan
Sego jagung ora doyan
Ojo bingung golek pangan
Iwak pitik ora ndulet
Cik ben sitik ora medit
Ning-nong-ning-gung, Pak Bayan
Nek wis kadung pasangan
Sego jagung ora doyan
Ojo bingung golek pangan
Iwak pitik ora ndulet
Cik ben sitik ora medit
Ning-nong-ning-gung, Pak Bayan
Nek wis kadung pasangan
Sego jagung ora doyan
Ojo bingung golek pangan
Iwak pitik ora ndulet
Cik ben sitik ora medit
Ning-nong-ning-gung, Pak Bayan
Nek wis kadung pasangan
Sego ja...(*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#Sunan Bonang #koes plus #Pak Bayan #petuah luhur Jawa