RADARTUBAN - Pada lagunya berjudul Sarinah, Koes Plus menggambarkan sosok tersebut sebagai perempuan berparas cantik.
Lagu pop Jawa yang dirilis Koes Plus pada 1975 itu masuk dalam volume 3. Apa yang menginspirasi Koes Plus menciptakan lagu tersebut?
Ketua Jiwa Nusantara (JN) Surabaya, Okky T. Rahardjo dalam resensinya mengungkapkan figur Sarinah dalam lagu Koes Plus adalah seorang gadis asli Indonesia.
‘’Nama ini mengingatkan kita pada sosok yang pernah dimunculkan oleh Ir Soekarno, presiden RI pertama pada salah satu buku yang ditulisnya kala masa revolusi,’’ tulisnya pada okkyrahardjo.blogspot.com.
Okky juga mengatakan, Sarinah tetap seorang gadis asli Indonesia, sebagaimana yang digambarkan Soekarno sebagai sosok gadis lugu nan cantik.
Dikutip dari sarinah.co.id, Sarinah adalah nama salah satu pengasuh Presiden Soekarno di masa kecil.
Kesan mendalam Soekarno terkait kebesaran jiwa sang pengasuh menginspirasinya untuk menyematkan nama tersebut pada nama lembaga dan gedung.
Sarinah merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang digagas Bapak Proklamator tersebut untuk mewadahi kegiatan perdagangan produk dalam negeri dan mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia.
Berikut lirik lagu Sarinah:
Oh, Sarinah
Tak kandani, Nah, ojo mlayu
Oh, Sarinah
Opo seneng, Nah, karo aku?
Rupamu ayu, slendangmu barong
Gede, duwur, Nah, moblong-moblong
Rupamu ayu, dekik pipimu
Opo seneng, Nah, karo aku?
Oh, Sarinah
Tak kandani, Nah, ojo mlayu
Oh, Sarinah
Opo seneng, Nah, karo aku?
Rupamu ayu, slendangmu barong
Gede, duwur, Nah, moblong-moblong
Rupamu ayu, dekik pipimu
Opo seneng, Nah, karo aku?
Oh, Sarinah
Tak kandani, Nah, ojo mlayu
Oh, Sarinah
Opo seneng, Nah, karo aku?
Nama Sarinah juga dijadikan nama gedung Jalan M. H. Thamrin, Jakarta.
Peresmian Gedung Sarinah pada 15 Agustus 1966 sekaligus menandai kehadirannya sebagai pusat perbelanjaan pertama di Indonesia. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama