RADARTUBAN - Bintang KPop ternama Hanni New Jeans baru-baru ini membuat sebuah pernyataan yang penuh emosional dan mengejutkan.
Hanni mengungkap bahwa dirinya mengalami intimidasi di tempat kerjanya.
Pada Selasa (15/10), Hanni bersama CEO ADOR Kim Ju Yong mendatangi Majelis Nasional guna mengatakan perlunya perlakukan yang lebih baik terhadap artis muda di industri KPop.
Hanni menceritakan adanya kasus perundingan tersebut saat dirinya mengadakan siaran langsung bersama personel New Jeans yang lain.
"Saya berbicara tentang penindasan yang saya hadapi selama siaran langsung dengan anggota lain," ungkapnya.
Hanni juga menambahkan bahwa ada manajer dari grup KPop jebolan HYBE lain yang memerintahkan personel mereka untuk mengabaikan Hanni ketika bertemu di dekat ruang rias gedung HYBE.
"Ada ruang tata rambut dan rias di lantai 4 gedung HYBE. Itu adalah tempat yang sering dikunjungi oleh artis dan staff yang lain. Aku sedang menunggu sendirian di koridor ada grup lain dan salah satu manajer mereka melewatiku," kata Hanni New Jeans.
"Namun ketika grup itu keluar lagi bersama manajer, manajer itu berkata 'Abaikan dia' saat tepat di depanku. Aku dapat melihat dan mendengar semuanya tapi manajer itu berkata 'Abaikan dia' aku bahkan tidak tahu kenapa aku harus mengalami itu. Kejadian itu membuatku kehabisan kata-kata," lanjut dia.
Atas kejadian tersebut Hanni telah menceritakannya kepada CEO baru ADOR Kim Ju Young. Namun baik Hanni dan ADOR mengatakan bahwa tidak ada bukti yang cukup kuat untuk mendukung pernyataan tersebut.
Sehingga membuat Hanni merasa tidak mendapatkan percayaan dan dianggap telah berbohong oleh Kim Ju Yong.
Terlebih CCTV yang seharusnya dapat memperlihatkan kejadian saat Hanni terlihat tidak di hormati ketika menyapa grup lain tersebut telah di hapus.
Meskipun tidak mengatakan secara gamblang manajer grup jebolan HYBE yang dimaksud. Tiba-tiba BELIFT LAB mengeluarkan pernyataan resmi yang mengatakan bahwa manajer grup ILLIT tidak pernah menyuruh personelnya untuk mengabaikan personel New Jeans (Hanni).
Saat ini Hanni bersama CEO ADOR Kim Ju Yong menegaskan akan terus meninjau terkait peraturan atas terjadinya pelecahan di tempat kerja serta adanya perhatian lebih kepada para artis. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama