RADARTUBAN - Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Landak sejak 21 Januari 2025 telah menyebabkan banjir besar di sembilan kecamatan. Selain itu, tanah longsor di beberapa desa semakin memperparah kondisi.
Ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara pemerintah daerah bersama relawan terus berupaya menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak.
Di tengah situasi sulit ini, sebuah video viral di TikTok menampilkan seorang penjual gorengan yang tetap berjualan meski air sudah setinggi dada orang dewasa.
Dengan penuh semangat, dia tetap menggoreng pisang, tempe, dan sempol, sementara para pembeli rela antre demi menikmati gorengan hangat di tengah cuaca dingin.
Video yang diunggah oleh akun TikTok Aming Bangor ini menuai berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang kagum dengan kegigihan sang penjual, bahkan ada yang berkelakar bahwa ia hanya akan tutup saat kiamat.
"Ini definisi buka setiap hari kecuali hari kiamat," tulis seorang warganet dengan akun adz.
"Justru kalau lagi banjir terus jualan begitu malah bakal laris banget, karena orang-orang pada nyari makanan," komentar akun Aku siapa?
Sang penjual sendiri, melalui akun TikTok Garasi Slow, mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan. “Hai guys, ini saya yang jualan. Terima kasih untuk semuanya. Minta doanya juga untuk kami di Kabupaten Landak. Semoga airnya segera surut dan kami semua tetap sehat,” tulisnya pada Senin (27/1).
Menurut laporan BPBD, banjir di Kabupaten Landak telah berdampak pada 36.030 jiwa di sembilan kecamatan. Beberapa wilayah seperti Ngabang dan Sebangki masih terendam, sementara daerah lainnya mulai mengalami penurunan ketinggian air.
Akses transportasi terputus, ribuan rumah terendam, dan banyak warga yang harus mengungsi ke tempat lebih aman.
Di beberapa desa, bencana ini diperburuk dengan tanah longsor yang mengancam pemukiman dan akses jalan.
Sejumlah pihak telah turun tangan membantu para korban. PTPN IV Regional V menyalurkan bantuan berupa sembako seperti beras, minyak goreng, dan mie instan.
Pj. Bupati Landak, Gutmen Nainggolan, menyampaikan apresiasi atas kepedulian berbagai pihak. "Bantuan ini sangat berarti untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir. Kami terus berupaya memastikan distribusi logistik berjalan lancar," ujarnya.
Posko pengungsian didirikan di Kecamatan Ngabang, dengan dukungan dari TNI, Polri, serta relawan setempat. Makanan, pakaian, dan peralatan keselamatan terus disalurkan, meskipun kebutuhan mendesak seperti perahu evakuasi dan jaket pelampung masih sangat diperlukan.
Kisah penjual gorengan yang tetap berjualan di tengah banjir disebut warganet sebagai simbol ketangguhan masyarakat Landak. Di balik kesulitan yang ada, solidaritas antara pemerintah, relawan, dan warga menjadi kunci dalam menghadapi bencana ini.
Meski tantangan masih besar, harapan untuk pemulihan tetap terjaga. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama