RADARTUBAN - Studio games Build A Rocket Boy (BARB) yang pimpin oleh mantan Presiden Rockstar North, Leslie Benzies tengah menghadapi krisis yang luar biasa.
Krisis tersebut bermula usai peluncuran game MindsEye yang disebut sebagai game gagal tahun ini.
Padahal game tersebut digadang-gadang akan menjadi pesaing berat GTA dengan mengedepankan elemen tembak-tembakan dengan tema Sci-Fi.
Hanya saja kenyataan berkata lain. Game ini justru menuai banyak kekecewaan karena banyaknya bug yang membuat MindsEye hampir tak dapat dimainkan.
Apalagi saat ini MindsEye hanya mempunyai 22 pemain aktif di platform Steam dengan rating "Mostly Negative". Skor Metacritic juga menunjukkan hal serupa dengan hanya mendapatkan angka 38.
Sementara itu pada platform PlayStation 5, MindsEye hanya mampu meraup rating 28 yang membuat Sony berencana untuk menawarkan pengembalian dana bagi para pemainnya.
Langkah yang diambil Sony tersebut menjadi sinyal betapa buruknya kualitas yang dibawa oleh MindsEye.
Terakhir kali Sony menawarkan pengembalian dana pemain saat kegagalan besar Cyberpunk 2077 beberapa tahun lalu.
Tetapi ditengah krisis, Benzies justru menyebut adanya sabotase di internal dan eksternal sebagai kegagalan game MindsEye.
Tuduhan ini juga menarget bot media sosial yang dilancarkan oleh penggemar Rockstar untuk menjatuhkan reputasi game buatannya.
Hanya saja, pihak penerbit MindsEye, IO Interactive membantah klaim yang dilontarkan oleh Benzies itu.
Situasi semakin buruk ketika BARB telah memulai masa konsultasi sesuai hukum di Inggris untuk memutus hubungan kerja lebih dari 100 karyawannya.
Bahkan sebagian besar karyawan BRAB yang berada di dalam Inggris maupun diluar negeri telah menerima email PHK termasuk staff PlayFusion yang diakuisisi pada akhir 2024 lalu.
Kendati begitu, Benzies tetap optimistis game buatannya itu akan bangkit kembali.
Dia berjanji akan kembali meluncurkan ulang MindsEye dan memberikan beberapa update patch dengan harapan bisa menebus kegagalan seperti halnya No Man's Sky dan Cyberpunk 2077. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama