RADARTUBAN - Platform berbagi video milik Google, YouTube resmi mengumumkan mereka akan menghapus tab trending mulai 21 Juli mendatang.
Keputusan ini menjadi perubahan besar YouTube dalam menampilkan konten populer di platformnya.
Halaman trending di YouTube akan diganti kedalam sistem tangga lagu atau Charts yang akan dikelompokkan berdasarkan kategori video.
Hal ini dilakukan karena menurut YouTube, halaman trending di platformnya terlalu beragam dan terfragmentasi untuk di tampilkan dalam satu daftar.
"Dengan cara ini, kami dapat menampilkan lebih banyak konten populer yang relevan, dan terasa lebih alami bagaimana pemirsa sudah menemukan video baru," tulis YouTube.
Charts ini akan terbagi kedalam beberapa kategori seperti video musik, podcast, dan cuplikan film. Rencananya seiring waktu, YouTube akan menambahkan beberapa kategori baru secara bertahap.
Perubahan ini tidak mengubah keseluruhan pengalaman pengguna dalam menemukan video yang menarik di YouTube.
Pengguna tetap bisa menemukan video melalui rekomendasi pribadi, menu jelajah, channel kreator, atau feed langganan.
Selain karena terlalu beragam, langkah ini juga didorong oleh penurunan lalulintas ke halaman trending yang semakin turun dalam lima tahun terakhir.
Banyak pengguna kini sering menemukan video baru melalui YouTube Shorts, hasil pencarian, atau bahkan dari platform lain seperti TikTok.
Sedangkan bagi kreator yang biasa menggunakan tab trending untuk mencari inspirasi, kini YouTube menyediakan halaman inspirasi berbasis AI yang ada pada YouTube Studio.
Kabarnya YouTube akan terus mengembangkan fitur guna membantu kreator menjangkau lebih banyak audiens baru.
Langkah yang dilakukan YouTube sekaligus menjawab kritik lama yang menyebut daftar trending hanya akan menguntungkan media besar dibandingkan kreator independen.
Dengan pembaruan fitur ini, YouTube diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih personal, relevan, dan mencerminkan cara modern pengguna dalam mengonsumsi konten di platformnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama