Advertorial Boks Daerah Ekonomi Bisnis Entertainment Hukum & Kriminal Internasional Kesehatan Kolom Lifestyle Nasional Nduk Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Teknologi Visual Report Wisata & Kuliner

Netflix Gunakan Efek AI Generatif untuk Pertama Kalinya dalam Serial The Eternaut yang Mereka Produksi

Mohamad Anas Ali Wafa • Selasa, 22 Juli 2025 | 23:18 WIB
Ilustrasi Netflix.
Ilustrasi Netflix.

RADARTUBAN - Netflix mengumumkan bahwa mereka untuk pertama kalinya menggunakan efek visual berbasis kecerdasan buatan (AI) generatif dalam salah satu serial asli mereka, The Eternaut, sebuah tayangan fiksi ilmiah dari Argentina.

Teknologi ini digunakan untuk menciptakan adegan bangunan runtuh, yang biasanya membutuhkan waktu dan biaya produksi tinggi.

Ted Sarandos, Co-Chief Executive Netflix, menjelaskan bahwa penggunaan AI memungkinkan tim produksi menyelesaikan adegan tersebut lebih cepat dan dengan biaya yang jauh lebih rendah.

AI generatif yang digunakan mampu menghasilkan video dan gambar berdasarkan instruksi, serta membantu mempercepat proses hingga sepuluh kali lebih cepat dibandingkan dengan teknik efek visual konvensional.

Sarandos menyebut adegan bangunan runtuh di Buenos Aires dalam serial itu sebagai hasil akhir pertama dari AI generatif yang ditampilkan di layar dalam produksi asli Netflix.

Dia mengatakan bahwa tim kreatif merasa sangat puas dengan hasilnya.

Namun penggunaan AI semacam ini menimbulkan kontroversi di industri hiburan karena kekhawatiran bahwa teknologi tersebut menggunakan karya orang lain tanpa izin dan berpotensi menggantikan peran manusia.

Pengumuman ini datang bersamaan dengan laporan keuangan Netflix yang menunjukkan peningkatan pendapatan sebesar 16 persen menjadi $11 miliar selama kuartal kedua tahun ini, dengan laba yang naik dari $2,1 miliar menjadi $3,1 miliar.

Capaian ini sebagian besar didorong oleh tercapainya musim ketiga dan terakhir dari serial Korea Selatan Squid Game, yang telah ditonton sebanyak 122 juta kali.

Sarandos menambahkan bahwa teknologi ini membuka peluang baru bagi produksi dengan anggaran lebih kecil untuk memanfaatkan efek visual berkualitas tinggi, yang sebelumnya hanya bisa dilakukan dengan dana besar.

“Biaya seperti itu sebelumnya tidak mungkin dilakukan untuk hiburan dengan anggaran terbatas,” ujarnya, Dikutip dari BBC.

Isu mengenai penggunaan AI menjadi salah satu topik utama dalam aksi posting industri hiburan Hollywood tahun 2023.

Selama aksi yang disiarkan selama tiga bulan tersebut, serikat pekerja Screen Actors Guild–American Federation of Television and Radio Artists menyerukan perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap penggunaan AI di industri film dan televisi.

Sejumlah pelaku industri mengancam penggunaan AI, menyebutnya sebagai ancaman terhadap kualitas seni dan kerajinan dalam produksi film.

Bahkan pada tahun 2024, produser film terkenal Tyler Perry membatalkan rencana ekspansi studionya di Atlanta senilai $800 juta karena khawatir dengan perkembangan pesat AI yang dinilai dapat mengurangi lapangankerja di industri kreatif.

Kekhawatiran itu semakin meningkat ketika munculnya alat seperti Sora milik OpenAI, yang mampu menciptakan video berkualitas tinggi hanya dari instruksi teks sederhana.

Meskipun teknologi ini sangat populer, banyak yang menilai bahwa alat tersebut dapat berdampak besar pada keamanan pekerjaan di bidang kreatif.

Sementara itu, Davier Yoon, salah satu pendiri studio animasi CraveFX di Singapura, menyatakan bahwa langkah Netflix ini tidak mengherankan.

Menurutnya, AI generatif kini menjadi bagian dari pilihan alat digital yang bisa digunakan para seniman efek visual untuk mewujudkan ide-ide mereka.

“Ini hanya soal waktu.AI jelas membuka kesempatan bagi studio-studio kecil untuk menghasilkan visual yang terlihat sekelas produksi besar,” ujar Yoon.

Dia juga menambahkan bahwa meskipun teknologi semakin canggih, keputusan akhir tetap ada di tangan para seniman, bukan AI itu sendiri. (*)

Editor : Yudha Satria Aditama
#netflix #AI #kecerdasan buatan #buenos aires #video #The Eternaut